Tradisi Unik Perayaan Kelulusan Sekolah yang Hanya Ada di Indonesia

Momen kelulusan sekolah adalah saat yang paling dinantikan oleh seluruh siswa. Pasalnya, usai bersusah payah menghadapi ujian dan dinyatakan lulus tentu ada perasaan lega dan bahagia yang menggelora. Tak heran jika banyak diantara pelajar yang sudah dinyatakan lulus mengadakan tradisi-tradisi unik untuk merayakan kelulusan tersebut. Berikut adalah hal-hal yang paling sering dilakukan oleh mereka.

Tradisi Bemandi-Mandi

Source: www.iezul.web.id

Source: www.iezul.web.id

Kalau kebanyakan siswa merayakan kelulusan dengan konvoi di jalan raya, maka berbeda halnya dengan yang ada di Banjarmasin. Siswa yang telah dinyatakan lulus justru akan ‘dimandikan’ oleh orang tua dan sebagian guru di sekolah.

Jadi, tradisi ini dimulai dengan sungkem (meminta maaf) kepada orang tua lalu akan dipasangkan mahkota yang terbuat dari daun kelapa. Setelah itu siswa akan dimandikan dengan air kembang oleh Orang tua, dan terus bergantian oleh sebagian guru.

Menyumbangkan Seragam Sekolah

Source: www.replubika.co.id

Source: www.replubika.co.id

Beberapa sekolah menengah atas dan kejuruan di Indonesia mengajak siswa-siswanya merayakan kelulusan dengan cara menyumbangkan seragam sekolah bagi anak-anak yang kurang mampu. Mulai dari SMK PGRI 1 Makassar, SMAN 2 Surakarta, SMA Negeri 5 Medan, hingga SMA 7 Kota Kediri mengadakan kegiatan ini sebagai alternatif positif perayaan kelulusan itu sendiri. Kegiatannya patut untuk ditiru nih!

Berbagi Nasi Bungkus

Source: www.kompas.com

Source: www.kompas.com

Di Yogyakarta, siswa-siswa yang telah dinyatakan lulus justru memilih berbagi kebahagian dengan orang lain dengan membagikan nasi bungkus. Mereka secara sukarela mengumpulkan sejumlah uang, lalu membeli nasi bungkus untuk dibagikan kepada orang sekitar. Misalnya, untuk tukang becak, tukang sapu, ataupun anak jalanan.

Itulah tadi beberapa tradisi unik saat merayakan kelulusan yang hanya ada di Indonesia. Selain menyenangkan, hal-hal tadi tentu akan menjadi kenangan indah yang tidak akan terlupakan, bukan?

Comments

comments

Ihyak Yayak
yayak.picodio@gmail.com