Sedih! Sudah Jadi Keluarga Selama 21 Tahun, Buaya ‘Kojeg’ Dievakuasi

Kehilangan hewan peliharaan memang tak mudah, apalagi jika hewan tersebut sudah hidup bersama bertahun-tahun lamanya dan dianggap seperti anggota keluarga sendiri. Hal tersebut terjadi pada seorang warga Bogor bernama Iwan. Akan tetapi ia tidak berpisah dengan hewan peliharaan seperti kucing ataupun anjing, melainkan seekor buaya muara.

‘Dititipkan’ ke Taman Safari

Buaya yang diberi nama Kojeg ini telah dipelihara Iwan selama 21 tahun. Tentunya berpisah dengan Kojeg bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan.

Perpisahan buaya seberat 200 kilogram bisa dibilang karena video viral, video yang menunjukkan Iwan sedang memandikan Kojeg. Buaya memang dikenal sebagai hewan buas dan berbahaya. Namun, sosok buaya Kojeg dalam video sangatlah jinak sehingga video pun mencuri banyak perhatian warganet dan media lokal hingga internasional.

Mengetahui hal tersebut, Badan Konservasi Sumber Daya Alam pun mensosialisasikan kepada Iwan bahwa buaya adalah spesies yang dilindungi yang tidak untuk dijadikan hewan peliharaan. Pada akhirnya, Iwan dan keluarga harus rela berisah dengan hewan peliharaan reptilnya itu. Kojeg pun dievakuasi dan dititipkan di Taman Safari Bogor pada tanggal 4 Februari kemarin.

Proses evakuasi tersebut diwarnai dengan tangis. Tak hanya dari Iwan saja, ibu Iwan yang sehari-harinya juga turut mengurus Kojeg juga merasa kehilangan. Kojeg telah hidup bersama keluarga jauh sebelum Iwan dikaruniai anak, sehingga Kojeg sudah dianggap oleh ibu Iwan seperti cucu sendiri.

Obesitas, Makan hingga 5kg Ikan

Beratnya yang mencapai 200 kilogram dengan panjang tak sampai 3 meter, Kojeg menderita obesitas. Kojeg makan 2-3 kali dalam satu minggu. Satu kali makan, ia dapat melahap ikan 2 kilogram.

Tak hanya diberi makan ikan mas favoritnya, Kojeg juga dimandikan seminggu sekali, setelah kolamnya dibersihkan. Badannya disikat dan Iwan pun tak lupa turut menggosok giginya agar tetap bersih. Karena kolam yang memang kurang memadai untuk ukuran badannya yang besar, Kojeg tak memiliki ruang yang cukup untuk bebas berenang dan bergerak layaknya buaya muara pada umumnya. Oleh karena itu, tak heran jika Kojeg menderita obesitas.

Hi explorer, kerinduan Kojek sang Buaya Muara terobati setelah Bapak Muhamad Irwan datang mengujunginya ke Taman Safari Indonesia hari ini Minggu 11 Februari 2018. Bapak Muhamad Irwan adalah pemilik dan perawat Buaya Kojek selama 21 Tahun lamanya yg melalui BKSDA wilayah 1 Jawa Barat telah menitipkan ke Taman Safari Indonesia sebagai Lembaga Konservasi yang akan merawat Buaya Kojek di Crocodile Park . . Buaya Muara termasuk salah satu satwa langka yang dilindungi oleh Undang Undang Konservasi No. 5 Tahun 1990. Dengan demikian BKSDA dan Bapak Muhamad Irwan telah memberikan contoh terpuji untuk tidak memelihara satwa liat di Rumah dan memberikan penghidupan yang lebih baik bagi Kojek. . . Kojek adalah jenis Buaya Muara (Crocodylus porosus) yakni buaya terbesar di dunia. Buaya Muara ini hidup di sungai-sungai dan di dekat laut (muara) . . Di Taman Safari Indonesia Bogor, Kojek ditangani oleh para ahli baik Dokter Hewan maupun Keeper. . . Besar harapan, semoga di Lembaga Konservasi Taman Safari Indonesia Bogor Kojek tidak hanya tumbuh dengan sehat dan bahagia tapi juga dapat berkembang biak dengan baik.

A post shared by Taman Safari Indonesia BOGOR (@taman_safari) on

Karena hal itu pula, Iwan mengajukan syarat ketika Kojeg dititipkan di Taman Safari. Ia tak ingin Kojeg dipindahkan ke tempat konservasi selain Taman Safari ataupun dilepaskan ke alam liar. Di rumah barunya, sang buaya akan beradaptasi secara pelan-pelan, menyesuaikan diri dengan lingkungan, cuaca, maupun makanan.

Iwan telah memelihara Kojeg saat ia masih hanya sebesar biawak, tak lebih dari 30 cm. Kojeg dulunya diselamatkan dari anak-anak yang berniat memotongnya. Iwan pun meminta Kojeg kecil tersebut dengan uang Rp30.000 sebagai gantinya.

Pada hari Minggu lalu, tepatnya tanggal 11 Februari, Iwan berkunjung ke Taman Safari untuk melepas rindu terhadap hewan peliharaannya. Melalui potret Instagram Taman Safari, Iwan masih tampak sedih. Kojeg masih menjalani proses kuarantina, yang dikabarkan akan memakan waktu setidaknya satu bulan.

Sedih juga ya, harus berpisah dengan hewan peliharaan yang sudah seperti anggota keluarga sendiri? Semoga Kojeg bisa lebih bahagia di Taman Safari, hidup di lingkungan yang lebih cocok untuk buaya muara.

Leave a Reply