Penulis Novel The Maze Runner Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual

Mempunyai tema cerita yang mirip dengan The Hunger Games, The Maze Runner juga tak kalah terkenal di kalangan mereka yang rajin nonton film di bioskop. Film serial satu ini juga sama-sama diadaptasi dari novel. Sekuel terbaru filmnya yakniThe Death Cure baru saja tayang di bioskop bulan lalu. Sebulan setelah tayangnya film sekuel tersebut, tepatnya satu minggu yang lalu, penulis novel The Maze Runner, James Dashner dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa wanita.

I am So Deeply Sorry…

Tuduhan tersebut dilayangkan secara anonim oleh beberapa pengguna internet melalui kolom komentar website School Library Journal. Website tersebut sendiri menyediakan konten dalam bentuk majalah untuk pustakawan. Meskipun tidak bersifat resmi, tuduhan tersebut telah berdampak pada karir menulis Dashner.

James Dashner Penulis Novel The Maze Runer

James Dashner Penulis Novel The Maze Runer. Sumber: nytimes.com

Random House, perusahaan publikasi buku menerbitkan buku karya Dashner memutuskan hubungan. Mereka tidak akan menerbitkan karya apapun dari Dashner. Sedangkan buku-buku yang pernah diterbitkan, tidak akan mendapatkan cetak ulang. Selain Random House, Society of Children’s Book Writers, komunitas yang terdiri dari penulis buku untuk anak juga turut memutus hubungan dengan Dashner. Ia dikeluarkan dari komunitas tersebut.

Menanggapi tuduhan pelecehan seksual terhadap dirinya, Dashner memberikan statementnya melalui akun Twitter. Inti dari statement tersebut sendiri adalah setelah melakukan introspeksi diri, Dashner pun merasa “terlibat” dalam pelecehan seksual yang terjadi di industry peneribitan buku. Ia pun kemudian meminta maaf dan menyatakan bahwa akan menanggapi dengan serius semua tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan padanya.

Pelecehan Seksual dalam Hollywood

Isu pelecehan seksual dari berbagai industri hiburan Hollywood memang akhir-akhir ini sedang menjadi topik pembicaraan serius. Sejak layangan tuduhan pelecehan seksual oleh banyak aktris Hollywood papan atas terhadap produser film Harvey Weinstein, topik tersebut terus dibahas. Weinstein sendiri adalah produser dari deretan film terkenal seperti Pulp Fiction dan The Lord of the Rings. Salah satu korban pelecehan Weinstein adalah aktris film ikonik Pulp Fiction dan Kill Bill, Uma Thurman.

Uma Thurman (kiri) dan Harvey Weinstein (kanan)

Uma Thurman (kiri) dan Harvey Weinstein (kanan). Sumber: nme.com

Para aktris lain pun menolak untuk mengabaikan permasalahan yang telah mendarah daging dalam industri hiburan ini. Hal ini dapat dilihat dengan kekompakan aktris yang memakai gaun berwarna hitam dalam acara penghargaan bergengsi Hollywood Golden Globe Awards pada tanggal 8 Januari 2018 lalu.

Tuduhan pelecehan seksual juga menimpa sutradara kawakan Woody Allen. Saat ini Allen sedang menggarap film romansa berjudul A Rainy Day in New York yang menggaet Selena Gomez dan Timothee Chalamet. Aktris dan aktor tersebut kemudian dikritik oleh banyak pihak, karena bersedia berkolaborasi dengan sutradara yang melakukan pelecehan seksual.

Timothee Chalamet (kiri), Selena Gomez (tengah), dan Woody Allen (kanan)

Timothee Chalamet (kiri), Selena Gomez (tengah), dan Woody Allen (kanan). Sumber: imdb.com

Pengakuan korban-korban pelecehan seksual ini bisa dianggap sebagai pertanda yang baik. Karena korban pelecehan selalu bungkam karena malu atau berada pada posisi yang jauh dibawah pelaku pelecehan seksual. Mereka yang merasa bahwa perbuatannya tak akan membawa dampak apa-apa untuk dirinya pun terus melakukan tindakan menjijikkan tersebut. Sehingga, tuduhan terhadap penulis buku The Maze Runner ini tidak akan menjadi akhir dari rentetan kasus pelecehan seksual dalam dunia hiburan.

Leave a Reply