International Women’s Day: Merayakan Langkah Kontribusi Progresif Perempuan dalam Masyarakat

Kaum perempuan memag memiliki sejarah perjuangan yang panjang dibandingkan dengan lak-laki. Seperti yang bisa kita semua lihat, banyak sekali hari-hari khusus yang didedikasikan untuk merayakan kaum perempuan. Hari Ibu misalnya. Meski Hari Ayah juga ada, sepertinya Hari Ibu memiliki makna yang jauh lebih dalam karena makna perjuangan kaum ibu dibaliknya, tak seperti laki-laki. Tak hanya Hari Ibu saja, Hari Perempuan Internasional atau International’s Women Day juga merayakan perjuangan kaum perempuan untuk bisa bebas “hidup” seperti sekarang. Jika asal usul Hari Ibu sudah dibahas sebelumnya, maka kali ini Daily Wuz akan membahas International Women’s Day. Dilansir dari BBC, berikut trivia yang perlu diketahui dibalik perayaannya.

Sejak Kapan Dirayakan?

International Women’s Day telah berubah dari protes buruh menjadi perayaan tahunan yang resmi diakui oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Pada tahun 1908, sebanyak 15.000 perempuan melakukan demo di kota New York. Mereka menuntut jam kerja yang lebih pendek, upah yang lebih baik, dan wewenang untuk turut bersuara dalam pemilu. Satu tahun kemudian Partai Sosialis Amerika (the Socialist Party of America) mendeklarasikan hari tersebut sebagai Hari Wanita Nasional.

Ide untuk menjadikannya perayaan internasional datang dari seorang perempuan bernama Clara Zetkin. Beliau mengusulkan ide tersebut dalam Konferensi Internasional Pekerja Perempuan di Copenhagen, Denmark pada tahun 1910. Konferensi terebut dihadiri sebanyak 100 perempuan dari 17 negara. Semuanya pun menyetujui ide usulan Zetkin.

Clara Zetkin

Clara Zetkin. Sumber: Topical Press Agency

Perayaan pertamanya pada tahun 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss. Perayaan ke-100nya jatuh pada tahun 2011, sehingga pada tahun 2018 ini International Women’s Day dirayakan ke-107 kalinya. Perayaannya kemudian diresmikan pada tahun 1975 saat PBB mulai turut merayakan dan menetapkan tema perayaan tiap tahunnya. Tema perayaan untuk 2018 sendiri adalah #PressForProgress.

Hari Perempuan Internasional telah menjadi tanggal untuk merayaakan sejauh apa perempuan telah berkontribusi dalam masyarakat, politik, dan ekonomi.

Kapan Perayaannya?

Hari ini, tanggal 8 Maret. Pada awalnya tidak ada tanggal pasti kapan perayaan untuk Hari Perempuan Internasional. Namun, perayaan tersebut pun diformalkan tanggalnya pada tahun 1917 saat para perempuan Rusia menuntut haknya terhadap makanan dan kedamaian.

Bagaimana dengan International Men’s Day?

Perayaan yang sama untuk laki-laki memang ada, jatuh pada tanggal 19 November. Namun tak seperti perayaan untuk perempuan, International Men’s Day baru dirayakan pada tahun 1990an. Hari Laki-Laki Internasional ini pun tak diakui oleh PBB. Jika perayaan untuk Hari Perempuan Internasional untuk kesetaraan gender dan hak-hak kaum perempuan, perayaan untuk laki-laki memiliki objektif untuk fokus terhadap kesehatan kaum laki-laki, meningkatkan hubungan antar gender, menjunjung kesetaraan gender, hingga menggarisbawahi role model positif kaum laki-laki.

Bagaimana Bentuk Perayaannya?

Hari Perempuan Internasional dijadikan hari libur dibanyak negara seperti Rusia. Di negara tersebut penjualan bunga meningkat tajam sekitar 3-4 hari diantara tanggal 8 Maret karena perempuan maupun laki-laki menghadiahi keluarga, teman, atau kolega perempuan.

Bunga Mimosa yang Biasanya Digunakan untuk Merayakan International Wmen's Day

Bunga Mimosa yang Biasanya Digunakan untuk Merayakan International Women’s Day. Sumber: flowersbyemil.com

Di Cina sendiri, banyak perempuan yang diberi kebebasan untuk bekerja setengah hari pada tanggal 8 Maret seperti yang disarankan oleh pemerintah. Sayangnya, tak setiap perusahaan mengaplikasikan hal tersebut.

Di Amerika Serikat sendiri bulan Maret adalah bulan bersejarah untuk perempuan. Presiden tiap tahunnya berpidato untuk menghargai pencapaian perempuan Amerika Serikat.

Seperti yang kamu ketahui, perayaan Hari Perempuan Internasional di Indonesia tak begitu dikenal. Biasanya komunitas-komunitas perempuan melakukan kegiatan bermanfaat seperti bakti sosial.

Leave a Reply