Bukan Titanic atau Dilan, 5 Film Romantis untuk Tontonan Hari Valentine

Valentine sudah tinggal menghitung hari. Banyak yang kamu bisa lakukan untuk menyampaikan cinta dan kasihmu kepada mereka yang tersayang. Satu-satunya cara bukanlah sesuatu yang wow dan wah seperti mengajak si dia dinner. Pesan take-out pizza dan menonton film romantis pilihan bahkan bisa jadi cara yang paling tepat. Terdapat 3 kunci utama untuk kesuksesan pilihan satu ini: pizza lezat, sofa nyaman, dan film yang tepat. Kamu pasti sudah bisa menyiapkan 2 hal pertama dengan mudah. Tapi memilih film romantis yang tepat diantara banyaknya judul yang ada? Tenang, Daily Wuz bisa bantu kamu dengan memberikan beberapa rekomendasi. Nggak perlu khawatir, Titanic sama Twilight bukan termasuk judul yang akan Daily Wuz rekomendasikan kok! Apalagi Fifty Shades of Grey!

The Notebook (2004)

Mungkin beberapa diantara kamu capek liat judul ini di berbagai rekomendasi film romantis. Bisa jadi The Notebook menduduki film romantis kedua setelah Titanic yang sangat ikonik dengan tontonan saat Valentine. Yah, tapi memang Daily Wuz akui film satu ini memang romantis dan cocok ditonton saat Valentine.

Titanic dan The Notebook memang mempunyai elemen cerita yang sama: wanita dari keluarga kaya yang jatuh cinta dengan pria miskin. Akan tetapi tak seperti Titanic yang menceritakan sejoli yang jatuh cinta di atas kapal yang berakhir tragis, The Notebook mengisahkan sepasang kekasih yang jalinan cintanya dinarasikan sampai akhir hayat. Spoiler alert! Ending film satu ini bitter-sweet, membuat hubungan diantara kekasih yang diperankan Ryan Gosling dan Rachel McAdams menjadi #relationshipgoal.

Passengers (2016)

Nah, film ini cocok banget jika kamu dan pasanganmu lebih suka genre yang tidak murni sepenuhnya romance. Passengers lebih tepat jika disebut sebagai film dengan genre utama science-fiction dan thriller yang dibumbui dengan genre romance. Namun, genre romance yang ada bukan juga sekedar lewat semata, tapi menjadi elemen penting yang menentukan jalannya cerita.

Sebuah pesawat angkasa menempuh perjalanan ke planet koloni yang membutuhkan waktu hingga berpuluh-puluh tahun. Jim Preston, yang diperankan oleh Chris Pratt terbangun lama sebelum pesawat tiba ke tujuan. Akhirnya ia pun membangunkan Aurora Lane, yang diperankan Jennifer Lawrence untuk mengusir kesepiannya. Film ini menceritakan bagaimana keduanya memutuskan untuk menerima cinta yang ada, rela membuang prosek kehidupan masa depan yang cerah.

5 Centimeters Per Second (2007)

Jika kamu sudah familiar dengan film animasi Jepang yang viral tahun lalu dengan judul Kimi no Na wa atau Your Name, mungkin Byousoku 5 Centimeter atau yang juga dikenal dengan judul 5 Centimeters Per Second sudah tak asing di telinga. Tak seperti Kimi no Na wa yang menonjolkan sisi remaja dan genre fantasynya, Byousoku 5 Centimeter lebih mempunyai cerita realis dengan vibe yang dewasa.

Dua teman baik Takaki Toono dan Akari Shinohara akhirnya harus berpisah karena orang tua Akari yang pindah kerja. Meskipun berpisah, keduanya tetap rutin mengirimkan surat. Namun, keluarga Takaki pun juga akan pindah dan keduanya memutuskan bertemu untuk terakhir kali. Diceritakan dengan animasi dan musik yang apik, Byousoku 5 Centimeter mengisahkan koneksi Takaki dan Akari yang semakin memudar karena jarak. Namun, keduanya selalu ingat satu sama lain.

The Shape of Water (2017)

Film satu ini baru saja rilis pada bulan Desember tahun 2017 lalu. Sutradaranya Guillermo del Toro bahkan mengundurkan diri dari tawaran untuk menggarap sekuel film Pacific Rim agar bisa menyelesaikan The Shape of Water. Berbuah manis, film ini memborong berbagai nominasi Oscar!

The Shape of Water bukanlah film romantis tipikal seperti The Notebook karena mengusung genre fantasy yang kuat. Film ini mengisahkan seorang janitor (pembersih kantor) tuna wicara yang kesepian dan makhluk amfibi yang ditangkap di tempat penelitian rahasia dimana sang janitor bekerja. Keduanya pun membentuk hubungan romansa yang unik, saling mengerti meskipun yang satu bukanlah manusia sedangkan yang lainnya tak bisa bicara.

Her (2013)

Mengusung genre science-fiction, Her merupakan film romansa yang menceritakan seorang penulis kesepian yang mulai jatuh cinta dengan AI (artificial intelligence). Tak seperti film-film AI yang menyorot sisi gelap dari efek AI pada kehidupan seperti dalam film Ex Machina, Her mempunyai narasi yang mengedepankan sisi manusiawi dari teknologi itu sendiri.

Jika kamu memilih Her sebagai film romantis yang akan kamu tonton, siap-siap. Kamu akan dimanjakan dengan desain arsitektur yang aesthetic. Penuh dengan warna pastel dan pink dalam berbagai shades. FYI nih, tak hanya memborong nominasi Oscar seperti The Shape of Water, Her bahkan memenangkan salah satu nominasinya yakni Best Writing dan Original Screenplay!

Awalnya sih Daily Wuz mau memasukkan Dilan di daftar film romantis untuk Valentine kali ini. Tapi sepertinya nggak perlu mengingat pasti di timeline media sosialmu sudah penuh dengan Dilan ini dan Milea itu. Dari film diatas, apa ada yang bikin kamu tertarik untuk menontonnya dengan di dia?

Leave a Reply