Bukan Berasal dari Sura dan Buaya, Inilah Asal Usul Nama Surabaya yang Sebenarnya

Pada umumnya, masyarakat beranggapan bahwa asal usul nama Surabaya diambil dari legenda pertempuran antara ikan hiu bernama Sura dan Baya (dalam bahasa Indonesia berarti Buaya). Faktanya, simbol itu sesungguhnya digunakan untuk menggambarkan peristiwa heroik yang terjadi di kawasan tersebut, yakni pertempuran antara tentara yang dipimpin Raden Widjaja dengan pasukan tentara Tar Tar pada tanggal 31 Mei 1293. Tak heran jika sampai saat ini tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahirnya Kota Surabaya.

Di sisi lain, ada juga yang menyebut bahwa Surabaya berasal dari kata Cura Bhaya atau Curabhaya. Penulisan nama Surabaya pun berubah ejaannya sesuai dengan zaman pemakaiannya. Sebelum ditulis dengan kata Surabaya seperti saat ini, pernah pula ditulis Surabaia, Soerabaia, Seoarabaja dan Surabaja. Nah, buat kamu yang ingin tahu lebih lanjut tentang asal usul nama Surabaya, inilah penjelasan selengkapnya yang berhasil dirangkum oleh tim Dailywuz dari berbagai sumber.

Asal Usul Nama Surabaya Berdasarkan Filosofi Masyarakat

masyarakat surabaya

Surabaya adalah wilayah yang terletak di pinggiran sungai atau yang dalam bahasa Jawa disebut dengan kali. Tak heran jika kamu banyak menemukan nama-nama seperti Kaliasin, Kaliwaron, Kalidami, Ketabangkali, Kalikepiting, Darmokali, dan sebagainya yang menjelaskan bahwa kawasan Surabaya adalah kawasan yang memiliki banyak aliran sungai. Secara geografis ini sangat masuk akal, karena memang kawasan Surabaya merupakan kawasan yang berada dekat dengan laut dan aliran sungai Brantas.

Berdasarkan filosofi kehidupan, warga Surabaya yang hidup di wilayah pantai, menggambarkan dua perjuangan hidup antara darat dan laut. Di dua alam ini ada dua penguasa dengan habitat bertetangga yang berbeda, tetapi dapat bertemu di muara sungai. Dua makhluk itu adalah ikan Sura (Suro) dan Buaya (Boyo). Perlambang kehidupan darat dan laut itu, sekaligus memberikan gambaran tentang warga Surabaya yang dapat menyatu meskipun berasal dari berbagai suku, agama, etnis dan ras, namun dapat hidup rukun dalam bermasyarakat.

 

Nama Surabaya dalam Dokumen Sejarah

Source: www.nurulnoe.com

Source: www.nurulnoe.com

Menariknya, hasil penelitian justru menunjukkan bahwa ejaan nama Surabaya awalnya adalah: Curabhaya. Tulisan ini di antaranya ditemukan pada prasasti Trowulan I dari tahun Caka 1280 atau 1358 M. Dalam prasasti itu tertulis Curabhaya termasuk kelompok desa di tepi sungai.

Selain itu, ejaan nama Surabhaya juga terdapat pada buku: Negarakartagama tahun 1365 M. Dimana pada bait kelima disebutkan Yen ring Janggala lok sabha n rpati ring Surabhaya terus ke Buwun yang memiliki makna jika di Jenggala ke laut, raja tinggal di Surabaya terus ke Buwun. Nah, Jenggala ini adalah sebutan untuk Sidoarjo dan Buwun yang tidak lain merupakan Bawean.

 

Sebagai informasi tambahan, sejak tahun 1612 Surabaya sudah merupakan bandar perdagangan yang ramai, loh. Peranan Surabaya sebagai kota pelabuhan sangat penting sejak lama. Pantas ya kalau sampai saat ini Surabaya juga menjadi kota terbesar kedua di Indonesia yang juga berkembang pesat dalam segala bidang.

Comments

comments

Inas Twinda Puspita
inas.higilabs@gmail.com

Take any challenge as a creative opportunity.