Bu Dendy: Persoalan Rumah Tangga dan Hamburan Uang Ratusan Juta

Konten viral dalam internet selalu saja ada. Topiknya pun beragam, mulai dari politik hingga problema rakyat jelata. Akhir-akhir ini yang ramai dibicarakan dimana-dimana adalah drama Bu Dendy, yang menghambur-hamburkan uang (literally) di hadapan teman baiknya yang (katanya) merebut sang suami.

Topik viral ini sebenarnya bersumber dari Facebook, karena video yang diunggah oleh Bu Dendy di akun pribadinya. Namun, pada hari Senin lalu, video tersebut diunggah ulang oleh seorang pengguna Twitter, yang kemudian menjadikan topik perselingkuhan dalam rumah tangga Bu Dendy menjadi trending seketika.

Bukan Perselingkuhan Tapi Pelakor

Dibandingkan dengan asosiasi dengan kata perselingkuhan, mungkin topik viral satu ini lebih identik dengan kata pelakor, akronim dari perebut laki orang. Bu Dendy dalam video viral tersebut memang sedang melempar berlembar-lembar uang senilai Rp100.000 dan Rp50.000 kepada sahabatnya yang duduk merunduk di sofa. Dapat dilihat dari pengambilan video tersebut bahwa Bu Dendy seorang multitasker yang cukup handal. Bagaimana tidak, ia mampu menghujat, melempar lembaran uang, sembari mengabadikan momen dengan mengarahkan gadget perekam. Meskipun sedang naik pitam, sepertinya Bu Dendy tak mau kehilangan kesempatan untuk mengabadikan momen penting dalam hidupnya. Sebaliknya, Pak Dendy terlihat santai saja. Duduk manis sambil “menikmati” drama istrinya yang sedang naik pitam.

Dulunya Penyanyi Dangdut

Nila, Pak Dendy, dan Bu Dendy dalam Foto Bersama

Nila, Pak Dendy, dan Bu Dendy. Sumber: fb.com/ovie.kwie

Lakon utama dalam video viral ini adalah Nila, Ovie (Bu Dendy), dan Pak Dendy. Nila dan Ovie sudah bersahabat sejak lama dan memulai karir dengan menjadi penyanyi dangdut. Nila dianggap Ovie merebut Pak Dendy suaminya untuk uang, agar bisa cepat membangun rumah. Dilihat dari banyaknya uang yang dilempar, tentunya tak luput pertanyaan pekerjaan apakah gerangan yang dimiliki oleh Pak Dendy dan Ovie? Ternyata Ovie tak lagi seorang penyanyi dangdut, namun seorang pengusaha waralaba minuman coklat yang terkenal di Tulungangung, Jawa Timur, bernama Nyoklat Klasik. Diduga usahanya itu bisa mendatangkan untung hingga ratusan juta per bulannya. Jadi, tak heran Bu Dendy bisa menghamburkan uang untuk “menyawer” perebut sang suami.

Meskipun hebohnya luapan amarah Ovie, Nila membuat pernyataan bahwa ia menolak disebut sebagai pelakor. Ia juga merasa malu dan tertekan karena video viral tersebut.

Sesaat setelah viralnya video karya Bu Dendy, ia dan suami tak ada kabarnya. Kemudian muncullah kabar bahwa Ovie dan Nila memutuskan untuk berdamai. Menggunakan surat pernyataan bermaterai lengkap dengan tanda tangan kedua belah pihak. Adik Nila juga hadir sebagai saksi.

Harta Bu Dendy akan Diusut

Meskipun telah diselesaikan secara damai, permasalahan ini ternyata tak bisa ditutup dan berakhir begitu saja. Dirjen pajak akan menulusuri kekayaan Ovie, seperti yang diusulkan oleh salah satu pengguna Twitter.

Viralnya Permasalahan Rakyat Jelata

Drama viral masa kini tak hanya bersumber dari kehidupan publik figur seperti artis atau politikus. Adanya kebebasan melalui media sosial membuat siapa saja bisa menjadi fokus utama pembicaraan viral, tak terkecuali problema rumah tangga yang dulunya dianggap sebagai sesuatu private. Namun, yang membuat Bu Dendy viral bukanlah permasalahan rumah tangga yang melibatkan pihak ketiga akan tetapi caranya dalam mempermalukan pihak ketiga tersebut. Tak tanggung-tanggung pelakor disawer dengan uang yang diestimasi bisa mencapai 500 juta. Warganet salah fokus, bahkan ada salah satu pengguna media sosial yang guyon juga mau berprofesi sebagai pelakor jika bisa mendapatkan uang sebanyak itu.

Peran Suami dalam Persoalan Rumah Tangga

Peran Suami dalam Persoalan Rumah Tangga

Disatu sisi warganet menjadikan drama ini sebagai hiburan semata. Hingga membuat video parodi yang memerankan Ovie dan Nila. Disisi lain, banyak pula warganet yang berpendapat bahwa sebutan pelakor merendahkan harga diri wanita. Yah, dalam soal perselingkuhan rumah tangga memang tak bisa dibilang hanya satu lakon saja yang ‘bersalah’. Kenapa wanita sebagai sumber godaan selalu dijadikan fokus permasalahan ketika si suami yang turut andil dalam ‘mengembangkan’ godaan tersebut luput dari perhatian?

Leave a Reply