Apa Sih Artinya Akuisi 21th Century Fox oleh Disney?

Jika mendengar kata Disney, mungkin yang pertama kali muncul dalam benak kamu adalah karakter-karakter lucu nan klasik seperti Mickey Mouse atau karakter film animasi populer seperti Elsa dari Frozen. Padahal, Disney tidak hanya sebatas kartun dan tayangan untuk anak-anak semata. Star Wars dan rentetan film superhero seperti Iron Man, Thor, dan Captain America pun semuanya dibawah kepemilikan Disney.

Tambahan Karakter

Baru-baru ini di bulan Desember, Disney menjadi topik pembicaraan berbagai pencinta film, karena membeli aset 21th Century Fox, perusahaan yang menaungi film seperti Alien dan Night at the Museum. Hal ini disambut gembira, karena film superhero Marvel seperti Fantastic Four dan X-Men yang dinaungi oleh 21th Century Fox akhirnya dapat dipangku oleh Marvel Studio, yang dimiliki oleh Disney itu sendiri.

Buat kamu yang bukan movie geek, Marvel Studio telah lama mengembangkan film superhero komik Marvel, yang dimulai dari film Iron Man pada tahun 2008. Film tersebut pun dilanjutkan dengan Hulk, Thor, Captain America, Avengers, Guardian of the Galaxy, Ant-Man, Doctor Strange, dan yang dinanti di awal tahun 2018 nanti, Black Panther. Semua film tersebut disusun secara rapi, memperkenalkan karakter di tiap film yang akan menjadi karakter utama di film selanjutnya. Kesinambungan film-film tersebut pun lebih dikenal sebagai MCU, Marvel Cinematic Universe.

Nah, superhero komik Marvel sendiri tak sebatas yang ada dalam MCU. Banyak karakter dalam komik Marvel, yang salah satunya telah dikenal dalam film layar lebar X-Men. Dibawah naungan 21th Century Fox, franchise X-Men terbilang cukup sukses, dibandingkan dengan Fantastic Four. Kembali lagi, kenapa akuisi 21th Century Fox oleh Disney disambut gembira? Karena akhirnya franshice X-Men dapat bergabung dengan MCU, membentuk film cerita superhero yang tak hanya sebatas manusia super yang menggunakan baju ketat spandex biru dan celana dalam diluar.

Homogenisasi Industri Film

Meskipun begitu, terdapat pula beberapa pihak yang terlihat skeptis, karena X-Men tak bisa dimasukkan dalam MCU begitu saja. X-Men telah mempunyai franchisenya sendiri, begitu juga dengan MCU yang sukses membentuk plot dimana keberadaan karakter X-Men tak pernah sekalipun disebut. Tak hanya itu, image Disney yang lekat dengan anak-anak pun turut dipertanyakan, karena karakter seperti Deadpool, dengan ciri khas lelucon dewasanya, tentunya tidak children-friendly.

Karakter Anti-Hero di X-Men Franchise, Deadpool

Karakter Anti-Hero di X-Men Franchise, Deadpool

Dibalik euforia X-Men dapat bergabung dengan MCU, akuisi Disney juga dianggap sebagai homogenisasi tontonan film dalam industri. Variasi tontonan ditakutkan berkurang, karena berbagai jenis film yang diproduksi oleh studio-studio berbeda, pada akhirnya juga merujuk pada susunan perusahaan teratas, yakni Disney. Tak sampai disitu saja, Disney juga merencanakan layanan streaming layaknya Netflix, yang tentunya jika nanti benar-benar terwujud pada akhirnya industri film dan entertaiment dikuasai oleh pemain-pemain besar saja.

Well, mengesampingkan hal-hal lain, X-Men bergabung dengan MCU diprediksikan akan membuat film adaptasi komik Marvel melejit. Menghadirkan berbagai macam karakter dengan keunikan-keunikan tersendiri, anti-hero maupun superhero. Apakah kamu ikut gembira dengan prospek Iron Man bertemu Profesor X?

Leave a Reply