Ternyata Tongsis Sudah Ada Sejak Tahun 80an, Lho!

Beberapa tahun lalu tren tongkat narsis/eksis atau lebih kerennya disebut selfie stick melanda generasi muda. Kamu pun dianggap ga gaul kalo belum foto pakai tongsis. Saat pertama kali keluar, harga tongsis satunya dipatok hingga Rp100.000. Padahal, sekarang kamu pun bisa mendapatkannya hanya dengan Rp25.000 saja. Tak seperti asumsi masyarakat, tongsis bukan penemuan terbaru oleh orang barat. Tongsis bukan merupakan penemuan terkini pada abad 21. Ternyata tongsis sudah ada sejak tahun 1980an!

Dianggap sebagai Penemuan Tidak Berguna

Alat yang sangat mirip dengan tongsis dapat ditemukan di buku dokumentasi tahun 1995 yang berjudul Penemuan Jepang Paling Tak Berguna. Buku ini berisikan dokumentasi penemuan orang Jepang yang dianggap tidak “begitu berguna” karena hanya memberikan manfaat yang tidak signifikan. Alat mirip tongsis tersebut disebut sebagai Extender, dibuat oleh Hiroshi Ueda, yang kemudian dipatenkan pada tahun 1983.

Buku Dokumentasi 1995 Penemuan Jepang Paling Tak Berguna

Buku Dokumentasi 1995 Penemuan Jepang Paling Tak Berguna. Sumber: livejournal.com

Sama seperti fungsi tongsis jaman sekarang, Extender dibuat oleh Ueda karena dia kesulitan saat ingin mengambil foto bersama istrinya sewaktu pergi traveling berdua. Ia mengaku pernah meminta seorang anak kecil untuk memotret dirinya bersama sang istri, namun anak tersebut malah lari kabur membawa kameranya. Karena hal tersebutlah dia bergagas membuat Extender. Ueda sendiri adalah seorang insinyur yang bekerja di perusahaan kamera bernama Minolta, sehingga Ueda dapat dengan mudah memiliki akses untuk menyempurnakan penemuannya tersebut.

Tongsis hanya sebatas tongkat yang dapat dipanjangkan dengan tombol untuk mengambil gambar. Namun, di tahun 80an, kamera masih belum secanggih seperti sekarang. Sehingga untuk dapat memastikan pose selfie sudah benar, Ueda menambahkan kaca sebagai bagian Extender.

Tak Cocok degan Jamannya

Meskipun ide Udea dianggap fantastis oleh perusahaannya, ternyata masyarakat tak begitu setuju. Masyarakat sekarang memang sudah menggunakan tongsis layaknya hal yang sangat biasa dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, wanita pada tahun 1980an sangat malu untuk memotret dirinya sendiri. “Dulu memotret dirimu sendiri merupakan sesuatu yang sangat baru,” ucap Ueda. Karena selfie bukan sesuatu yang dianggap normal dan lazim, produk Extender temuan Ueda pun tak begitu laku.

Hiroshi Ueda Inventor Tongsis Pada Tahun 1980an

Hiroshi Ueda Inventor Tongsis Pada Tahun 1980an. Sumber: bbc.com

Masa paten penemuan Ueda kedaluwarsa pada tahun 2003, hanya sesaat sebelum penggunaan tongsis booming di Barat. Menanggapi hal ini Ueda hanya berkomentar bahwa penemuannya datang terlalu awal, belum sesuai dengan jamannya. Sayang ya, meskipun tak begitu “berguna”, tongsis memang bermanfaat untuk generasi muda yang ingin eksis di media sosial, terutama saat mereka hanya berpegian berdua, tidak ada yang dimintai tolong untuk mempotretkan.

Meskipun begitu, tongsis sendiri dianggap terlalu mengganggu sehingga beberapa pihak pun melarang penggunaannya, seperti dalam konser, pertandingan olahraga, dan museum. Memang sih, kalau kamu lagi berdiri asik menonton konser misalnya. Orang di depan kamu tiba-tiba memanjangkan tongsisnya untuk berfoto. Pemandangan kamu pun terganggu sehingga tidak bisa menikmati band yang sedang tampil di panggung. Narsis sih boleh ya, tapi kalau sampai mengganggu orang lain mending jangan deh… Liat situasi dan kondisi dulu sebelum mengambil foto sebagai bukti ke-eksis-an diri.

Leave a Reply