Google Tutup Layanan URL Shortener goo.gl

Layanan penyingkat URL dulunya sangat dikenal oleh pengguna media sosial, khususnya Twitter. Media sosial dengan logo burung berwarna biru ini tidak seperti yang lain, karena punya batasan karakter. Meskipun sekarang fiturnya telah banyak ditambahkan, Twitter dulunya tidak bisa secara otomatis menyingkat URL yang kamu cantumkan dalam tweet. Sehingga, kamu pun harus menggunakan layanan penyingkat URL atau yang lebih dikenal dengan sebutan URL shortener untuk menghemat batasan karakter. Salah satunya adalah goo.gl, URL shortener milik Google yang sayangnya akan segera ditutup layanannya secara total.

Dihentikan Total Maret 2019

Layanan URL shortener Google akan perlahan ditutup. Mulai tanggal 13 April 2018, pengguna anonim dan pemilik akun Google yang tidak pernah menyingkat URL dengan goo.gl tidak akan bisa menggunakan layanannya lagi. Namun, bagi akun Google yang sebelumnya pernah menyingkat URL dengan goo.gl masih bisa menikmati layanannya seperti biasa sampai satu tahun kedepan. Tepatnya pada tanggal 30 Maret 2019, Google akan menutup goo.gl secara menyeluruh.

Google

Google. Sumber: techcrunch.com

Jarak waktu satu tahun yang diberikan diharapkan bisa dimanfaatkan oleh penggunanya untuk menata ulang semua tautan-tautan yang telah diperpendek. Meskipun akan ditutup secara permanen pada tanggal 30 Maret 2019, semua tautan yang telah diperpendek dengan goo.gl akan masih tetap berfungsi sama, mengarahkan ke tautan panjang aslinya.

Digantikan oleh Firebase Dynamic Links

Cara Kerja Firebase Dynamic Links

Cara Kerja Firebase Dynamic Links. Sumber: blogs.innovationm.com

Goo.gl akan digantikan oleh layanan penyingkat URL milik Google yang telah cukup lama dirintis, yakni Firebase Dynamic Links. Namun, layanan pengganti satu ini tidak sama seperti goo.gl, melainkan lebih sophisticated untuk awam. Firebase hadir untuk dikembangkan oleh developer untuk memudahkan pengguna aplikasinya. Mudahnya, tautan yang disingkat melalui Firebase akan memudahkan kamu untuk “melompat” dari satu aplikasi ke aplikasi lain dalam iOS, Android, maupun web app.

Contoh Sisipan Tautan dalam InstaStory

Contoh Sisipan Tautan dalam InstaStory

Contoh mudahnya adalah ketika kamu melihat sebuah post InstaStory yang menawarkan diskon barang incaranmu sejak lama. Dalam post tersebut si online shop telah menyisipkan tautan yang tinggal kamu swipe untuk mendapatkan diskon tersebut. Tautan tersebut ternyata mengarahkanmu ke akun Shopee si online shop.

Shopee

Shopee. Sumber: bisnisukm.com

Jika tautan ternyata disingkat menggunakan goo.gl, maka kamu akan diarahkan pada tautan Shopee melalui browser Instagram. Jika tautan disingkat menggunakan Firebase, maka tautan tersebut akan langsung membuka akun Shopee si online shop melalui aplikasi Shopee yang memang telah terpasang di ponselmu. Tentunya belanja sambil browsing dan melihat-lihat di Shopee jauh lebih lancar melalui aplikasi Shopee dibandingkan dengan melalui browser.

URL Shortener Saja Tidak Cukup

Semakin berkembangnya teknologi semakin memudahkan aktivitas kita. Penyingkat URL dulunya memang digemari karena mudah diingat dan tidak makan tempat, sehingga cocok digunakan untuk diletakka dimana saja, khususnya dicetak secara fisik. Karakter yang minim dan bahkan bisa dimodifikasi menjadi nama yang mudah dieja menjadikan penyingkat URL penyelamat dari tautan yang begitu panjang dan ribet. Sayangnya, kemudahan itu tidak lagi cukup sekarang.

Masyarakat Lebih Gemar Menggunakan Aplikasi

Masyarakat Lebih Gemar Menggunakan Aplikasi

Orang-orang lebih gemar menggunakan ponsel dan mengakses internet melalui aplikasi-aplikasi, bukan melalui browser. Tak jarang jika browser hanya “terbuka” untuk mengarahkan tautan pendek yang kamu klik. Bukannya lebih mudah ketika tautan yang kamu klik langsung membuka aplikasi aslinya?

Alternatif Goo.gl

Jika kamu masih membutuhkan layanan penyingkat URL, Google sendiri menyarankan bit.ly dan ow.ly sebagai pilihan alternatif goo.gl. Tentu saja URL shortener tidak terbatas hanya dengan 2 pilihan tersebut. Masih banyak URL shortener lain yang bisa menyingkat tautan panjangmu. Seperti kro.co, yang dikembangkan oleh orang Indonesia; s.id, yang diluncurkan oleh Pengelola Domain Indonesia; hingga tiny.cc, yang karakternya bisa kamu ubah sesuka hati secara cuma-cuma.

Leave a Reply