Jinjing Naga hingga Kepala Sendiri dalam Peragaan Koleksi Busana Gucci

Dalam industri dunia fashion, apa yang dianggap aneh oleh masyarakat umum merupakan hal yang lumrah. Fashion bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan primer sandang, namun juga bentuk dalam berekspresi, sebuah seni yang diluapkan dalam pakaian dan aksesorinya. Maka tak heran jika industri dunia fashion high-end yang terdiri dari brand-brand kelas atas seperti Louis Vuitton, Yves Saint Laurent, Hermes, dan Prada mengeluarkan produknya yang terlihat aneh dan tak fungsional. Awal tahun 2018 ini, industri fashion high-end diramaikan oleh brand Gucci. Bukan tas jinjing maupun pakaian yang membuat Gucci ramai dibicarakan, namun modelnya yang mengendong kepala manusia dalam Milan Fashion Week.

Kepala Putus, Bayi Naga, hingga Tanduk

Dalam pagelaran koleksi fashion baru tersebut Gucci memperagakan berbagai koleksi autumn/winter 2018nya. Aneh memang kata yang biasa diasosiasikan oleh orang diluar industri fashion high-end. Akan tetapi, gendongan kepala manusia yang diusung Gucci sepertinya melebihi definisi kata aneh, meski bagi mereka yang ikut terlibat dalam industri itu sendiri.

Model Laki-Laki Menjinjing Kepalanya Sendiri

Model Laki-Laki Menjinjing Kepalanya Sendiri. Sumber: Reuters

Dua orang model Gucci, laki-laki dan perempuan mengendong kepalanya sendiri. Raut dan ekspresinya sama persis dengan sang model, sehingga membuat peragaan koleksi busana ini sedikit mengerikan. Apalagi, ruangan dimana para model berjalan telah disulap menyerupai ruang operasi di rumah sakit. Tentunya menambah kesan creepy. Seorang warganet di kolom komentar The Washington Post pun ikut menyeletuk bahwa raut muka sang model pun tak turut membantu mengurangi kesan creepy yang muncul. Model runaway memang biasanya “cemberut”, memasang ekspresi poker face.

Model Perempuan Menjinjing Kepalanya Sendiri

Model Perempuan Menjinjing Kepalanya Sendiri. Sumber: Reuters

Tak hanya kepala saja, dalam runaway Milan Fashion Week ini, Gucci juga turut menampilan “keanehan” lainnya. Terdapat model yang mengendong bunglon, bayi naga, dan ular. Beberapa model juga terlihat mempunyai “aksesori” yang tak lazim, seperti mata ketiga di dahi, dan tanduk di tiap sisi dahi.

Tanduk dan Bayi Naga

Tanduk dan Bayi Naga. Sumber: Reuters dan Getty Images

Semua “aksesori” yang ditampilkan Gucci tentu saja bukan asli. Bayangkan saja mengendong kepala manusia asli di peragaan busana! Hewan yang turut diperagakakan pun tentunya bukan hewan asli. Semuanya merupakan hasil karya artis dari Roma, yang digarap 6 bulan lamanya.

Keberagaman Gucci dan Menerima Diri Sendiri

Penggunaan kepala manusia hingga bayi naga pun tak serta merta karena ingin menarik perhatian semata. Direktor dari peragaan busana koleksi Gucci, Alessandro Michele mengaku bahwa ia terinspirasi dari sebuah esai karya Donna Haraway yang berjudul A Cyborg Manifesto. Dalam esainya ini Haraway mengkritik ide bahwa manusia harus dapat sesuai dengan batas-batas budaya yang ada. Hal itu dirasa sama dengan apa yang dirasakan oleh Michele. Bahwa memproduksi fashion hanya demi kepentingan bisnis adalah hal yang sangat mudah. Ia ingin menyampaikan bahwa rancangan Gucci sangat beragam, bahwa fashion tak selamanya harus sesuai dengan batas-batas kaku yang ada. Keberagaman tersebut dapat terlihat dari warna dan mode busana. Mulai dari hiasan tassel dada hingga masker ski.

Aksesoris Tassel Dada

Aksesoris Tassel Dada. Sumber: Reuters

Tentengan kepala manusia pun dianggapnya sebagai representasi bahwa kita bisa menerima diri kita sendiri. Dengan merangkul kepala, kita bisa melindungi ide dan pikiran kita.

Mata Ketiga

Mata Ketiga. Sumber: Reuters

Peragaan fashion high-end seperti ini memang tidak untuk diterapkan secara langsung saat kita berbusana sehari-hari. Bayangkan saya memakai tassel dada saat pergi kuliah atau ke kantor! Pesan yang ingin disampaikan oleh Michael memang positif, tapi nampaknya kepala tersebut tak akan pernah jauh dari kesan creepy!

Leave a Reply