Faktanya, Jeans dan Denim Itu Berbeda!

Beberapa tahun belakangan ini muncul penyebutan jeans dan denim seolah-olah sama padahal sebenarnya berbeda. Ada beberapa orang mengatakan celana jeans, ada pula yang mengatakan celana denim. Apakah jeans bisa disebut denim, atau sebaliknya?

Harus diakui bahwa keduanya merupakan item klasik yang digemari oleh kebanyakan masyarakat di dunia. Popularitas mereka tak luput dari penggunaannnya yang mudah dipadu padankan dengan beragam jenis pakaian lainnya. Banyak desainer, street style, hingga selebriti yang juga memberikan berbagai inspirasi kreatif dalam mengenakan jeans dan denim.

Tahukah kamu perbedaan jeans dan denim?

Sejarah Denim

denim-1039514_1280

Sebutan denim diambil dari nama sebuah kota di Perancis, yaitu Nimes. Awalnya, masyarakat setempat menyebut bahan pakaian ini dengan Serge de Nimes, yang berarti kain dari Nimes namun kemudian dipersingkat menjadi denim (de Nims). Denim merupakan kain yang kokoh terbuat dari katun twill. Warna biru pada denim berasal dari pewarnaan natural yang dihasilkan oleh tumbuhan indigo, namun kain denim yang saat ini dipakai menggunakan pewarna sintetis.

 

Sejarah Jeans

jeans-428613_1280

Pada tahun 1873, Jacob Davis dan Levi Strauss menciptakan celana dengan bahan kain denim. Saat itu, jeans hanya didesain untuk para koboi dan pekerja kasar di era 50-an. Hingga penggunaannya semakin popular di tahun 80-an sampai sekarang. Mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa memiliki jeans sebagai koleksi pakaian wajib untuk tampilan casual.

 

Jeans dan denim jelas dua hal yang berbeda. Denim bisa digunakan untuk berbagai produk pakaian, sehingga dapat disimpulkan bahwa semua jeans adalah denim, namun tidak semua denim adalah jeans.

Comments

comments

Inas Twinda Puspita
inas.higilabs@gmail.com

Take any challenge as a creative opportunity.