8 Fakta Menarik Seputar Skin Care Lendir Siput

Dari air bekas cuci beras hingga ekstrak green tea, banyak sekali varian perawatan kulit yang ditawarkan untuk menjaga kulitmu agar tetap sehat dan cantik. Salah satunya yang terkenal karena kepopuleran skin care Korea adalah penggunaan lendir siput. Dipasarkan dengan iming-iming manfaat tinggi, skin care lendir siput pun menjadi tren hits untuk merawat kulit. Indonesia yang memang sudah sejak lama terkena demam Korean Wave pun turut serta dalam konsumsi produk skin care yang menggandung lendir siput. Apa sih yang sebenarnya membuat bahan yang sedikit menjijikkan ini cocok untuk kecantikan kulit? Dilansir dari The Yesstylist, berikut fakta yang harus kamu ketahui jika kamu tertarik untuk mencobanya

Mengandung Nutrisi

Lendir siput, yang disebut sebagai snail filtrate dalam istilah kosmetik, mengandung nutrisi seperti glycoprotein, copper peptides, dan hyaluronic acid. Semua nutrisi tersebut sering digunakan dalam berbagai produk kecantikan kulit yang telah terbukti bermanfaat bagi kulit. Elemen-elemen tersebut pun berfungsi untuk melindungi kulit si siput dari kerusakan, infeksi, kulit kering, sampai pancaran sinar UV.

Mengandung Air

Sebanyak 91%. Lendir siput disaring beberapa kali untuk meningkatkan konsentrat lendir dan menjamin kemurniannya. Beberapa produk skin care lendir siput mengklaim mengandung 97% konsentrat lendir siput. Padahal, konsistensi dan kualitas lendir siput pun harus dipertimbangkan saat memilih produk yang benar-benar berkualitas. Dengan kata lain, produk yang berkualitas tak hanya bergantung pada tingkatan konsentrat lendir saja.

Hama Pertanian

Siput yang lendirnya digunakan dalam produk kosmetik merupakan siput taman biasa, yang masuk dalam kategori hama.

Digunakan dalam Produk Kecantikan Korea

Lendir siput banyak terkandung dalam produk skin care Korea. Mulai dari serum, masker wajah, moisturizers, hingga krim penghilang noda. Produk-produk tersebut biasanya tak begitu lengket berlendir seperti lendir siput asli. Wujud, tekstur, dan wangi produk sama seperti produk skin care pada umumnya.

Spa Siput di Thailand

Snail Spa, Spa dengan Meletakkan Siput di Wajah

Snail Spa, Spa dengan Meletakkan Siput di Wajah

Tak hanya Indonesia negara di Asia yang dilanda tren lendir siput untuk kecantikan. Negara seperti Korea dan Jepang pun telah ikut meramaikan pasar skin care lendir siput. Bahkan Thailand mempunyai spa siput dimana siput akan diletakkan diatas wajah dan bebas kesana kemari.

DIY Lendir Siput Tak Dianjurkan

Melakukan perawatan wajah menggunakan siput yang dikumpulkan sendiri sangat tidak dianjurkan. Siput yang digunakan oleh spa dan produk skin care diternak secara profesional. Tidak seperti siput yang kamu temukan di halaman belakang rumah.

Digunakan oleh Yunani Kuno

Penggunaan lendir siput untuk kecantikan sudah ada sejak jaman Yunani kuno. Hal ini diketahui dari Hippocrates, yang merupakan seorang dokter di jamannya menganjurkan penggunaan siput yang dihancurkan dan susu untuk menyembuhkan inflamasi (radang/bengkak kulit). Penggunaan krim siput sendiri berawal dari kulit petani Chili yang merawat siput menjadi lebih halus.

Mencoba Sedikit

Mencoba produk lendir siput sekaligus tidak dianjurkan karena potensi alergi. Oleh karena itu, kamu lebih baik mencobanya dengan mengaplikasikan produk di area tertentu saja. Untuk merasakan manfaatnya, kamu pun disarankan agar menggunakan produk setidaknya 2 minggu.

Meskipun begitu, lendir siput telah dibuktikan oleh beberapa pihak bahwa manfaat yang diklaim oleh produk skin care tak semuanya benar. Menurut dermatolog Jennifer Ahdout, seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia, lendir siput memang bisa menghidrasi kulit, namun untuk mengatasi kerut wajah, bekas jerawat, dan berbagai kondisi kulit lainnya itu tidak benar. Harganya yang lumayan pun sudah seharusnya menjadi pertimbangan agar pintar-pintar memilih produk skin care yang tepat untuk kebutuhan kulit.

Leave a Reply