Metode Eksekusi Paling Kejam yang Pernah Ada

Hukuman mati dalam konteks sekarang tentunya berbeda dengan hukuman mati dalam konteks puluhan tahun yang lalu. Hukuman mati puluhan tahun lalu identik dengan eksekusi dalam artian sebenarnya, “tersangka” akan dihukum sampai tak bernyawa. Meskipun beberapa negara mengaplikasikannya sebagai bagian dari hukum, sepertinya kekejaman eksekusi jaman dahulu masih belum dapat tersaingi. Hal tersebut dapat dilihat dari metode eksekusi berikut.

Ditembak dengan Meriam

Ditembak dengan Meriam

Ditembak dengan Meriam. Sumber: rarehistoricalphotos.com

Tersangka akan diikat tepat di depan lubang meriam. Sehingga saat peluru diluncurkan, tersangka pun akan langsung meninggal. Terdengar kejam memang, namun prosesnya sangatlah cepat. Sehingga tersangka pun langsung meninggal tanpa harus merasakan siksaan rasa sakit seperti yang nantinya akan di bahas dalam artikel ini. Metode ini dilakukan oleh para koloni Eropa namun Inggrislah yang paling “antusias” dalam mengaplikasikannya.

Gibbeting

Dikuliti Hidup-Hidup

Dikuliti Hidup-Hidup. Sumber: ranker.com

Istilah ini sendiri merujuk pada metode eksekusi untuk mengurung manusia dalam kandang besi yang digantungkan pada tiang gantung. Kandang sendiri digantung agar tubuh yang tak bernyawa dapat dipamerkan sebagai hasil metode siksaan dalam eksekusi mati. Penyebab kematian dalam gibbeting bukanlah menggantung manusia dalam kandang itu sendiri, melainkan penyebab lain seperti dehidrasi.

Dikubur Hidup-Hidup

Dikubur Hidup-Hidup

Dikubur Hidup-Hidup. Sumber: aminoapps.com

Metode ini dianggap yang paling menyeramkan karena manusia yang dikubur dapat “menyaksikan” dirinya proses kematiannya sendiri. Dikelilingi tanah atau peti yang gelap, lama kelamaan oksigen pun akan habis. Jika tidak dehidrasi dan lapar pun akan mengambil alih. Metode ini sendiri sangat terkenal di Cina sebelum masehi. Pada perang dunia pun tahanan Cina dikubur hidup-hidup oleh tentara Jepang.

Disuguhkan sebagai Makanan Hewan

Dijadikan Pakan Hewan

Dijadikan Pakan Hewan. Sumber: daybydaywithjesus.com

Metode eksekusi ini pun paling populer dimasanya. Keuntungannya pun jelas: tak memerlukan senjata, dapat menjadi “hiburan” bagi penonton, dan tak perlu repot-repot membersihkan mayat.

Dimasak

Boiled Alive

Boiled Alive. Sumber: imgur.com

Ujung jari tak sengaja menyenggol panci panas saja sakitnya luar biasa. Bagaimana saat dimasak hidup-hidup? Metode eksekusi ini pun bermacam-macam. Manusia bersamaan dengan air dipanaskan atau dimasukkan langsung dalam air yang telah panas mendidih. Terdapat pula metode lain milik Yunani yang menggunakan patung banteng yang dapat dimasuki manusia dan dibawahnya terdapat api siap memanggang patung banteng tersebut.

Flaying

Dikuliti Hidup-Hidup

Dikuliti Hidup-Hidup. Sumber: ranker.com

Sadis sepertinya tak cukup untuk mendeskripsikan metode eksekusi satu ini. Flaying adalah menguliti manusia hidup-hidup. Praktiknya sendiri dilakukan oleh orang Asiria, salah satu peradabaan manusia tertua di dunia. Metode satu ini biasanya khusus untuk mereka-mereka pemimpin pemberontakan. Kulit manusia yang telah selesai dilepaskan dari tubuhnya pun kemudia dipamerkan di dinding-dinding bangunan kota sebagai bentuk peringatan terhadap masyarakat. Tak hanya Asiria saja, sukus Aztek juga mempraktikkan flaying meskipun mereka mengulitinya saat manusia telah meninggal. Dengan kata lain, mereka menguliti mayat!

Ditarik 4 Arah

Ditarik 4 Arah

Ditarik 4 Arah. Sumber: labelog.com

Kedua kaki dan tangan diikat dengan kuda yang menghadap ke 4 arah berbeda. Kuda kemudian diinstruksikan berlari sehingga tiap-tiap anggota badan sukses terpisah. Praktiknya pun jarang menuai sukses karena kaki atau tangan yang susah ditarik dari tubuh sehingga rasa sakit pun pastinya berlipat-lipat.

Lingchi

Lingchi

Mengiris-iris Bagian Tubuh Manusia secara Perlahan. Sumber: turandot.chineselegalculture.org

Metode eksekusi digunakan di Cina. Pisau digunakakan untuk mengiris-iris bagian tubuh manusia dalam waktu yang tak ditentukan. Tak ada peraturan khusus dalam mengiris-iris bagian tubuh sehingga prosesnya pun tergantung pada tiap-tiap sang eksekutor. Namun, eksekutor yang sudah ahli pun akan membiarkannya untuk hidup selama mungkin. Disebutkan bahwa orang yang dieksekusi diberi opium terlebih dahulu. Namun, tidak jelas apakah memang agar orang yang dieksekusi tidak merasa sakit atau agar bisa hidup dalam waktu yang lebih lama untuk disiksa.

Digergaji

Dibelah menjadi 2 dengan Gergaji

Dibelah menjadi 2 dengan Gergaji. Sumber: planetdeadly.com

Tubuh manusia digergaji menjadi dua, mulai dari selangkangan sampai kepala. Metodenya pun tak sekedar memotong dengan gergaji saja. Posisinya pun benar-benar dipertimbangkan agar orang yang dieksekusi tak langsung meninggal. Kaki dan tangan diikat dengan kepala berada di bawah. Dengan begitu, darah pun akan berpusat di kepala sehingga saat bagian atas tubuh digergaji, orang tersebut tidak akan langsung meninggal karena banyak kehilangan darah.

Leave a Reply