Kenapa Sih Kok Atlet Selalu Berpose Gigit Medali Emas?

Perayaan olahraga internasionl telah di mulai di Pyeongchang, Korea Selatan. Berbagai kompetisi olahraga dimeriahkan oleh negara-negara di seluruh berlahan dunia. Tiba pula saatnya media dibanjiri oleh kabar gembira kemenangan atlet-atlet yang turut mengharumkan nama negara melalui Winter Olympics. Dari kabar media tersebut apakah kamu sadar bahwa pose foto atlet-atlet tersebut mayoritas sedang menggigit medali emas? Sepertinya pose tersebut sudah menjadi pose wajib, sebuah tradisi dalam kompetisi olahraga, Olympics maupun bukan. Tapi, tahukah kamu ternyata pose tersebut memiliki artian sendiri? Tentunya tak seperti pose peace dan acungan jempol saat selfie dan wefie kamu.

Diminta Berpose

Padahal bukan coklat dengan kemasan emas yang sering kamu cemil waktu kecil, tapi kenapa ya kok atlit selalu menggigit medal tanda kemenangan mereka? Jawaban pertama untuk pertanyaan tersebut ternyata mudah dan sederhanan sekali. Mereka diminta oleh fotografer dan jurnalis untuk berpose demikian. Pose menggigit medali sudah dilakukan sejak dulu. Sehingga pose tersebut sampai sekarang masih sangat ikonik dengan atlet yang telah mendapatkan medali sebagai bukti kemenangannya.

Markis Kido dan Hendra Setiawan

Markis Kido dan Hendra Setiawan. Sumber: zimbio.com

Mengecek Kemurnian Emas

Ternyata menggigit emas merupakan salah satu cara untuk mengecek kemurnian dan keaslian emas, lho. Gigi manusia lebih keras dari emas, sehingga ketika emas digigit akan meninggalkan bekas. Dulunya emas memang dibuat dengan mencampurnya dengan mineral lain. Semakin murni kandungan emas, maka semakin mudah pula gigitan berbekas.

Meskipun begitu, medali untuk para pemenang olimpiade sendiri telah lama tidak terbuat dari emas murni. Sejak perang dunia, medali mereka dibuat dari perak, yang kemudian dilapisi dengan emas. Perak yang terkandung untuk sebuah medali olimpiade sebesar 494 gram, sedangkan lapisan emasnya hanya sebesar 6 gram saja.

Medali Emas Olimpiade Musim Panas Rio de Jeneiro 2016

Medali Emas Olimpiade Musim Panas Rio de Jeneiro 2016. Sumber: edition.cnn.com

Sebelum menggunakan perak, pemenang kompetisi pernah dihadiahi sebuah medali perak yang terbuat dari emas murni, meskipun ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan medali sekarang. Medali emas murni tersebut diberikan mulai dari tahun 1904 hingga 1912.

Karena sudah tidak lagi mengandung emas murni, tentunya praktik menggigit medali emas tak lagi relevan dengan alasan untuk mengecek kemurnian emas. Akan tetapi, pose tersebut ternyata sudah berakar dalam kompetisi olahraga dunia, tak hanya Olympics saja. Selain itu, menghadiahi atlet dengan emas murni yang harganya cenderung kurang stabil sepertinya juga tidak menguntungkan. Oleh karena itu, mereka menerima medali sebagai bentuk kemenangan simbolik karena atlet juga menerima hadiah berupa uang tunai, yang tentunya nilainya tak akan naik turun seperti nilai jual emas.

Leave a Reply