Patung Hachiko Si Anjing Setia Sudah Tak Lagi Sendiri

Anjing memang hewan yang paling dikenal karena kesetiaannya terhadap manusia. Tak jarang anjing banyak dilatih untuk membantu tugas-tugas penting manusia, seperti mencari bom. Salah satu kisah kesetiaan anjing yang paling dikenal di seluruh belahan dunia adalah tentang anjing bernama Hachiko. Anjing ras Akita ini setia menunggu pemiliknya pulang meski si pemilik telah meninggal 9 tahun lamanya.

Hachiko, Anjing Ras Akita

Hachiko, Anjing Ras Akita. Sumber: wikipedia.com

Kisah Kesetiaan Seekor Anjing Akita

Hachiko adalah anjing Akita yang berbulu coklat keemasan. Pada tahun 1924, profesor di departemen agriultur di Universitas Tokyo yang bernama Hidesaburo Ueno mulai memeliharanya. Menurut laman Universitas Tokyo sendiri, fakta mengenai pemilik Hachiko sebagai profesor departemen agrikultur di Universitas Tokyo masih belum dijamin 100% kebenarannya. Profesor Ueno selalu naik kereta untuk bekerja dan hachiko pun selalu menjemputnya di sekitar stasiun Shibuya setiap hari. Namun, sang profesor mendadak meninggal karena pendarahan otak saat ia sedang mengajar. Ia pun tak pulang dan menyambut Hachiko di stasiun Shibuya seperti hari-hari biasanya.

Sosok Asli Hachiko

Sosok Asli Hachiko. Sumber: soranews24.com

Hachiko yang tak tahu menahu tentang kematian pemiliknya itu dengan setia menunggunya setiap hari di stasiun Shibuya. Pada tanggal 8 Maret 1935 tepatnya selama 9 tahun, 9 bulan, dan 15 hari sejak kematian profesor Ueno sampai Hachiko pun turut menyusul pemiliknya itu di usia 11 tahun. Hachiko kemudian dikremasi dan abunya diletakkan tepat di samping makam pemilknya.

Foto Terakhir Hachiko

Foto Terakhir Hachiko

Kesetiaan Hachiko ini pun menjadi salah satu bagian dari tradisi Jepang, seekor figur anjing yang digunakan sebagai tauladan yang mengajarkan kesetiaan. Bahkan setahun sebelum Hachiko pergi menyusul pemiliknya, tepatnya pada tahun 1934, patung Hachiko didirikan di stasiun Shibuya. Hachiko sendiri hadir dalam peresmian patung tersebut. Sampai sekarang patung terebut masih ada, Hachiko masih menunggu profesor Ueno dengan setia. Patung tersebut dijadikan landmark stasiun Shibuya yang selalu ramai dikelilingi orang-orang yang berlalu lalang.

Hachiko Tak Lagi Sendiri

Namun, patung Hachiko sejak 2 tahun lalu kini tak lagi sendiri. Memperingati 80 tahun sejak kematiannya, patung dirinya dan profesor Ueno dibuat oleh pihak-pihak yang berkumpul berkat bantuan Fakultas Agrikultur Universitas Tokyo. Patung Hachiko sendiri digambarkan dengan ekspresi bahagia, dapat menyambut pemiliknya pulang seperti rutinitasnya sehari-hari. Sculptor kedua patung tersebut, yakni Tsutomu Ueda berhasil membuat patung yang dapat menjadi pengobat kesedihan kisah Hachiko yang mengharukan.

Patung Hachiko Kini Tak Lagi Sendiri

Patung Hachiko Kini Tak Lagi Sendiri. Sumber: soranews24.com

Jika kamu sedang berlibur di Jepang dan sempat mampir ke patungnya di stasiun Shibuya, jangan lupa untuk turut mengunjung patung Hachiko dan profesor Ueno ini yang diletakkan di Fakultas Agrikultur Universitas Tokyo.

Ekspresi Wajah Bahagia Hachiko

Ekspresi Wajah Bahagia Hachiko. Sumber: soranews24.com

Patung Profesor Ueda dan Hachiko

Patung Profesor Ueda dan Hachiko. Sumber: soranews24.com

Sampai saat ini, kisah Hachiko msih terus dikenang sebagai contoh kesetiaan anjing terhadap pemiliknya. Tiap tahun tepat di hari kematian Hachiko pun banyak pecinta anjing di Jepang yang mengunjungi patung Hachiko di stasiun Shibuya untuk mengenangnya.

Patung Hachiko di Rhode Island Amerika Serikat

Patung Hachiko di Rhode Island Amerika Serikat. Sumber: visitrhodesisland.com

Pada tahun 1987 kisahnya diadaptasi menjadi film layar lebar Jepang yang berjudul Hachiko Monogatari, yang mempunyai arti Kisah Hachiko. Tahun 2009, Hollywood pun turut membuat versinya sendiri. Hachiko diperankan oleh 3 anjing Akita sekaligus. Proses shooting film ini dilakukan di Woonsocket, Rhode Island. Pada akhirnya dengan bantuan konsulat Jepang di Amerika Serikat patung Hachiko pun didirikan disana.

Leave a Reply