5 Fakta Bahasa Tubuh Ini Bisa Tingkatkan Skill Komunikasi!

Selain berkomunikasi secara verbal dengan lisan, kita sebagai manusia juga tanpa disadari menggantungkan diri dengan bahasa tubuh untuk dapat menangkap maksud lawan bicara dengan tepat. Tak jarang jika komunikasi verbal saja tidak cukup untuk mengetahui artian dibalik kata-kata sesungguhnya. Hal ini karena manusia sebagai makhluk sosial secara tidak langsung dan tidak disadari dibatasi oleh banyak hal dalam berkomunikasi, seperti budaya dan sopan santun. Meskipun bahasa tubuh telah menjadi kunci penting dalam komunikasi, ternyata banyak fakta bahasa tubuh yang tidak diketahui dan disalahartikan. Untuk itu, penting halnya bagi kamu untuk memahami fakta tersebut, sehingga kamu pun dapat menginterpretasi bahasa tubuh dengan tepat untuk meningkatkan skill komunikasimu.

Menurut Huffington Post, berikut adalah 5 fakta bahasa tubuh yang tidak banyak diketahui orang dan disalahartikan.

Bahasa Tubuh Bergantung pada Nilai Budaya

Komunikasi non-verbal pada umumnya universal di seluruh dunia seperti ekspresi marah, sedih, jijik, terkejut, takut, dan senang. Semua ekspresi tersebut berlaku sama untuk manusia. Namun, selain ekspresi-ekspresi tersebut bergantung pada budaya masing-masing.

Contoh sederhana adalah kontak mata. Di Amerika Serikat sendiri kontak mata dianggap sebagai ekspresi yang menunjukkan respek. Orang tua mengajari anak-anaknya untuk membuat kontak mata dengan mereka saat berbicara, karena kontak mata merupakan indikasi bahwa mereka memang memperhatikan. Namun, di beberapa negara di Asia, seperti Indonesia sendiri, artian kontak mata mempunyai berbagai interpretasi berbeda, yang tergantung pada konteks masing-masing situasi. Kontak mata dapat diartikan tidak sopan saat orang tua memarahi anaknya. Akan tetapi dalam konteks pekerjaan, kontak mata pun merupakan indikasi respek untuk lawan bicara.

Kemampuan Membaca Bahasa Tubuh Merupakan Kecerdasan Emosional/Sosial

Mungkin kamu pernah berinteraksi dengan individu yang sulit menangkap maksud implisit. Seperti saat kamu sudah dengan jelas memberikan sinyal untuk mengakhiri pembicaraan namun lawan bicaramu tetap dengan antusias meneruskannya. Ternyata, kemampuan individu untuk menginterpretasi sinyal bahasa tubuh tersebut bergantung pada kecerdasan emosional/sosial.

Wujud Kecerdasan Manusia Berbeda-beda

Wujud Kecerdasan Manusia Berbeda-beda

Meskipun begitu, individu yang cermat dalam menangkap maksud dari bahasa tubuh bukan berarti lebih cerdas dari yang tidak. Hal ini karena terdapat berbagai macam jenis kecerdasan yang dianugerahkan pada manusia. Terdapat individu yang mampu menyelesaikan puzzle kotak rubik dengan cepat dan terdapat pula yang mampu menangkap bahasa tubuh.

Ahli pun Tak Bisa Selalu 100% Tepat dalam Interpretasi Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh sendiri memang ambigu, sehingga artiannya pun tak selalu tepat. Contohnya saja ketika lawan bicaramu terus mengecek jam tangan. Interpretasi umum hal tersebut adalah bahwa ia tidak tertarik denganmu dan topik pembicaraan yang ada. Padahal, bisa saja memang lawan bicaramu adalah individu yang benar-benar menghargai waktu, sehingga ia mengatur waktunya dengan sangat baik.

Bahasa Tubuh di bawah Alam Sadar

Bahasa tubuh sendiri dilakukan secara tidak sadar. Sama halnya dengan orang yang menginterpretasikannya. Seseorang bisa saja mempunyai ekspresi serius dalam sebuah diskusi. Lawan bicara bisa saja menganggap bahwa ekspresi tersebut merupakan bentuk disapproval. Padahal ekspresi tersebut merupakan ekspresi natural seseorang yang sedang berkosentrasi. Lawan bicara sendiri mengartikannya sebagai sesuatu yang negatif karena kecemasan dalam diskusi tersebut. Bahasa tubuh bisa sangat membantu disamping komunikasi verbal, namun karena sifatnya yang memang ambigu, bahasa tubuh sudah seharusnya tidak dijadikan media komunikasi utama.

Ekspresi Mikro, Cerminan Perasaan Sesungguhnya

Perhatikan Ekspresi Mikro untuk Mengetahui Perasaan Sesungguhnya Lawan Bicara

Perhatikan Ekspresi Mikro untuk Mengetahui Perasaan Sesungguhnya Lawan Bicara

Bahasa tubuh sendiri terdiri dari berbagai hal, mulai dari gestur, postur tubuh, hingga ekspresi wajah. Dalam ekspresi wajah terdapat ekspresi mikro, yang merupakan ekspresi wajah sesaat, tanda yang menunjukkan perasaan sesungguhnya. Seseorang bisa saja merespon percakapan dengan senyuman. Namun, jika kamu menangkap ekspresi sesaat sebelum senyum tersebut muncul, maka ekspresi tersebutlah yang merupakan perasaan sesungguhnya dari individu tersebut.

Leave a Reply