Terlalu Banyak Selfie Dapat Mempercepat Munculnya Penuaan dan Keriput?

Dulunya, memotret diri sendiri terkadang masih dipandang sebagai bentuk narsisme. Meskipun sekarang selfie masih dianggap sebagai “gejala” narsisme, di era saat kita dikelilingi oleh ponsel kamera pixel tinggi, selfie sudah menjadi layaknya norma umum untuk semua lapisan masyarakat. Apakah kamu salah satunya yang gemar sekali untuk memotret diri sendiri? Kabar buruk, dilansir oleh Telegraph, ternyata selfie dapat mempercepat penuaan dan munculnya keriput pada kulit!

Noda Wajah dan Melasma dapat Muncul Karena Eksposur Cahaya dan Radiasi Elektromagnetik Menurut Dermatolog

Noda Wajah dan Melasma dapat Muncul Karena Eksposur Cahaya dan Radiasi Elektromagnetik Menurut Dermatolog

Cahaya dan Radiasi Elektromagnetik

Dermatolog percaya bahwa dengan mengekspos wajah pada cahaya dan radiasi elektromagnetik dapat mempengaruhi kesehatan kulit. Penuaan dini dan keriput dapat muncul pada wajahmu karena sering selfie. Bahkan dokter mempunyai klaim bahwa mereka dapat mengetahui bagaimana seseorang memegang ponsel, dengan tangan kiri atau kanan, hanya dengan melihat sisi wajah mana yang terkena dampak ini.

“Blogger dan mereka yang terlalu banyak mengambil selfie seharusnya khawatir,” Ucap seorang direktur medis di klinik kecantikan kulit di Inggris. “Cahaya biru yang didapat dari pancaran layar dapat membahayakan kulit.”

Sunblock Tak Membantu

Sunblock Tak Membantu. Sumber: augustdmdm.com

Pernyataan ini didasari karena direktul medis klinik yang bernama Dr Simon Zoakei tersebut menerima banyak pasien bloggers dan yang mengambil banyak selfie. Dokter melihat persamaan dari pasien-pasiennya tersebut: bentuk penuaan dini pada kulit dan dampak lainnya seperti noda wajah dan melasma. “Karena radiasinya berbeda, sunblock tak akan bisa melindungi kulit,” tambahnya.

Dermatolog Dr Zein Ohagi yang mendirikan institut kesehatan kulit juga berkomentar bahwa ponsel dapat membahayan kulit. Meskipun belum dibuktikan dan disimpulkan secara resmi dengan penelitian, Ia percaya bahwa tekstur kotor di salah satu sisi wajah merupakan “hasil bahaya” selfie.

Hanya Bisa Diobati dengan Rehidrasi Kulit dari Dalam

Tak sehat untuk kulit, sedihnya lagi, para ahli juga berargumen bahwa produk-produk moisturizer dan minyak tidak akan dapat melindungi kulit. Sebaliknya, produk-produk tersebut akan memperburuk kondisinya. Cara yang ampuh hanyalah dengan menyegarkannya “dari dalam”.

Perawatan Luar Tak Berpengaruh

Perawatan Luar Tak Berpengaruh

Kendati klaim dermatolog dan para ahli yang bersangkutan, temuan bahaya ini masih belum dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Bahaya selfie untuk kulit bisa dikatakan spesikulasi yang kemungkinan benar.

Selain itu, jika penyebabnya adalah cahaya dari layar gadget sepert ponsel dan laptop, sepertinya efek untuk kulit ini tidak berlaku untuk selfie mania saja. Mereka yang menghabiskan waktu di depan layar, laptop maupun ponsel dalam waktu yang cukup lama tentunya akan terpengaruh.

Jadi tak perlu panik, selfie belum terbukti klinis dapat mempengaruhi kulit wajahmu. Ya, tapi mungkin frekuensi selfiemu bisa dikurangi dibanding biasanya untuk berjaga-jaga. Jangan lupa untuk melakukan rutinitas perawatan agar kulitmu selalu sehat dan cantik!

Leave a Reply