Rokok Elektronik ‘Vape’ Lebih Aman Dari Rokok Konvensional?

Rokok elektronik atau yang dikenal dengan nama ‘vape’ sering diklaim sebagai jenis rokok yang lebih sehat dibanding rokok konvensional. Anggapan ini muncul antara lain karena ‘vape’ tidak mengandung tar serta tidak menghasilkan asap. Sebaliknya, asap yang dihasilkan rokok jenis ini berasal dari cairan perasa yang diuapkan.

Lantas, benarkah ‘vape’ lebih aman?

Sama Berbahayanya Bagi Kesehatan Jantung

Source: www.dailymail.co.uk

Source: www.dailymail.co.uk

Menurut ahli, rokok elektronik yang disebut vape itu kurang berbahaya dibanding rokok biasa. Namun tak berarti vaping tidak berbahaya. Vaping dinilai merusak pembuluh darah di jantung sama seperti rokok biasa. Meskipun National Health Service di Inggris mengatakan rokok elektronik merupakan alat bantu untuk merokok, sejumlah ilmuwan sudah menegaskan vaping itu lebih berbahaya daripada yang disadari masyarakat. Pasalnya, vaping  memiliki dampak yang sama terhadap kekakuan pembuluh aorta jantung seperti merokok konvensional.

Asap yang Dihasilkan Tetap Mengganggu Pernafasan

Source: www.muslim.or.id

Source: www.muslim.or.id

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa ‘vape’ tidak mengandung tar serta tidak menghasilkan asap. Sebaliknya, asap yang dihasilkan rokok jenis ini berasal dari cairan perasa yang diuapkan. Dr. Frans Abednego Barus, spesialis paru, menyatakan baik asap rokok konvensional atau rokok elektronik sama berbahayanya. Dilansir dari laman Kompas, ia menjelaskan, suhu udara yang dikeluarkan ‘vape’ berbeda dari suhu udara sekitar. Dengan suhu udara yang tinggi, sekitar 60 derajat celcius, tentu jika terhirup akan mengakibatkan peradangan yang menghalangi saluran napas. Kerusakan saluran napas tersebut akan ditandai dengan penebalan dinding saluran napas.

Masih Memicu Kanker

Source: www.vapingpost.com

Source: www.vapingpost.com

Para produsen rokok elektronik mengklaim bahwa ‘vape’ bebas nikotin, sehingga tidak berbahaya. Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Oral Oncology menunjukkan, tanpa kandungan nikotin pun menghisap rokok elektronik tetap meningkatkan risiko penyakit kanker. Uap yang dihasilkan oleh ‘vape’ adalah cairan yang dipanaskan yang mana mekanisme elektrik itu menimbulkan radikal bebas.

Radikal bebas yang masuk ke tubuh lama-lama dapat merusak sel sehat. Selain itu, penelitian menemukan, cairan ‘vape’ yang dipanaskan itu juga menghasilkan zat perasa untuk menghasilkan aroma buah-buahan yang beraneka ragam pun mengandung bahan kimia yang tak menyehatkan yang bersifat karsinogen atau bisa memicu kanker.

Nah, buat kamu yang ingin memulai hidup sehat sebaiknya tidak mengganti rokok konvensional dengan rokok elektronik karena sama bahayanya. Kalau memang ingin sehat, berhentilah merokok!

Comments

comments

Inas Twinda Puspita
inas.higilabs@gmail.com

Take any challenge as a creative opportunity.