Konsumsi Makanan Manis dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Sejak kecil kita telah diajari jika terlalu banyak makan makanan manis tidak menyehatkan. Jumlah manisan, permen, es krim dan gulali yang kita makan dikala kecil tak luput dari pantauan mama. Tak jarang pula jika mama dan papa melarang kita makan makanan manis dengan menakut-nakuti dengan cerita seram yang berhubungan dengan gigi berlubang, sama seperti iklan pasta gigi di TV.

Konsumsi Gula Berlebih Menyebabkan Stress dan Depresi

Beranjak dewasa, persepsi makanan manis telah berubah jauh dari penyebab gigi berlubang. Memakan coklat dan es krim kita ketahui sebagai outlet pelampiasan emosi: marah, sedih, galau, kecewa. Karena makanan manis dianggap dapat “menenangkan” emosi meluap-luap tersebut. Padahal, ternyata terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis dapat mempengaruhi kesehatan mentalmu.

Mengkonsumsi makanan manis memang dapat membuat otak untuk melepaskan dopamine, zat yang dapat membuatmu “bahagia”. Thisisinsider.com menunjukkan beberapa penelitian yang dipercaya oleh para ilmuan bahwa konsumsi gula memberikan efek terhadap kesehatan emosional.

Konsumsi Makanan Manis dapat Memicu Inflamasi, Indikasi Stress dan Depresi

Konsumsi Makanan Manis dapat Memicu Inflamasi, Indikasi Stress dan Depresi

Sebuah jurnal yang diterbitkan di The Journal of Clinical Psychiatry pada tahun 2016 menemukan hubungan langsung dari inflamasi otak dengan stress dan depresi. Inflamasi sendiri merupakan indikasi kuat dari tingkat stress dan depresi yang tinggi. Selain itu, penelitian pada tahun 2010 menunjukkan bahwa konsumsi makanan manis dapat meningkatkan level inflamasi tubuh dibandingkan dengan konsumsi sayuran.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsumsi makanan manis yang tinggi secara teori dapat menyebabkan depresi atau stress akut. Seorang suster bernama Rebecca Lee juga menyimpulkan bahwa inflamasi tubuh yang disebabkan oleh konsumsi gula pun juga dapat mempengaruhi otak, salah satu organ tubuh.

Temukan Outlet Alternatif dari Konsumsi Gula

Memang penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk dapat membuktikan hubungan antara penyebab depresi dan stress dengan konsumsi gula. Namun, tidak ada salahnya jika kamu juga mulai mengurangi konsumsi gula saat kamu sering mengalami stress dan depresi. Selain itu, gula, buatan atau tidak, dapat menimbulkan kecanduan, sehingga kamu pun ingin terus mengkonsumsi makanan manis.

Bermain Video Game Merupakan Salah Satu Outlet Sehat Pelampiasan Emosi

Bermain Video Game Merupakan Salah Satu Outlet Sehat Pelampiasan Emosi

Konsumsi makanan manis memang bisa kamu jadikan outlet pelampiasan emosi. Namun, jika memang tidak membantu atau malah memperburuk, kamu lebih baik mencari alternatif lain. Meskipun hubungan langsung antara penyebab konsumsi gula dan stress atau depresi masih belum ditemukan, konsumsi makanan manis secara berlebihan bukan merupakan cara sehat dalam melampiaskan emosi.

Curhat kepada teman, keluarga, atau bahkan pada ahli seperti psikolog atau dokter pasti akan membantu meningkatkan kesehatan mental kamu. Banyak juga alternatif lain yang sehat untuk melampiaskan emosi jika kamu belum siap untuk membicarakan masalahmu dengan orang lain. Kamu pun dapat memilih untuk tidur, berolahraga, membaca buku, bermain dengan hewan peliharaan, bermain video game, hingga traveling menikmati udara segar di tempat baru. Sesuaikan mana yang paling cocok sebagai outlet pelampiasanmu, sehingga kamu pun dapat menjaga kesehatan mental dengan baik.

Leave a Reply