7 Fakta Sikat Gigi yang Tidak Kamu Ketahui

Sejak kecil tentunya kamu selalu diajarkan bahwa sikat gigi adalah wajib. Selain untuk mencegah bau mulut yang menyengat, sikat gigi memang harus rutin dilakukan demi kesehatan mulut dan gigimu. Alat yang digunakan untuk membersihkan gigi sendiri (seperti yang kita semua ketahui) adalah sikat gigi. Pada zaman dahulu memang membersihkan gigi menggunakan bahan alami seperti siwak. Namun, adanya sikat gigi telah memudahkan kita semua untuk mengadopsi gaya hidup sehat dan higienis untuk mulut dan gigi kita. Alat yang sangat biasa ini sudah sangat familiar dalam kehidupan kita. Kendati demikian, terdapat pula berbagai fakta dibaliknya yang tidak kita ketahui. Dilansir dari American Dental Association, berikut fakta sikat gigi yang tidak kamu ketahui.

Sikat Gigi Sudah Berumur 5000 Tahun

Peradaban jaman dulu menggunakan “tongkat kunyah” dalam berbagai bentuk untuk membersihkan gigi. Tongkat/stik kecil dan tipis yang ujungnya berbulu digunakan untuk membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan. Seiring berjalannya waktu, sikat gigi pun berkembang.

Perkembangan Bentuk Sikat Gigi

Perkembangan Bentuk Sikat Gigi. Sumber: globalestetik.com

Ada yang terbuat dari tulang, kayu, gading, dan bulu kaku dari babi liar dan hewan-hewan lainnya. Sikat gigi dengan bulu terbuat dar inilon seperti yang kita gunakan sekarang diciptakan 80 tahun lalu, tepatnya ada tahun 1938.

Sikat Gigi Produksi Masal Diciptakan dalam Penjara

Pada tahun 1770, seorang pria Inggirs dengan nama William Addis dipenjara karena menjadi pemimpin kerusuhan. Dia pun melihat teman selnya yang menggunakan butiran arang (atau yang disebut jelaga) atau garam yang ditaburkan diatas kain lap untuk memberishkan giginya. Addis kemudia menyimpan tulang hewan dari sisa makan malamnya dan mendapatkan bulu (bristles) dari penjaga penjara. Ia kemudian memasang bulu-bulu tersebut dalam lubang-lubang kecil pada tulang dengan menggunakan lem.

Sikat Gigi Wisdom Toothbrushes

Sikat Gigi Wisdom Toothbrushes. Sumber: madeupinbritain.uk

Setelah bebas, Addis memodifikasi desain sikat giginya tersebut. Memulai perusahaan dan memproduksinya secara massal. Perusahaannya yakni yang bernama Wisdom Toothbrushes sampai sekarang masih ada di Inggris.

Sikat Gigi Elektrik Maupun Manual Sama Saja

Fakta sikat gigi yang satu ini masih menjadi topik perdebatan. Padahal, jawabannya yang benar ternyata sama sekali tidak rumit. Menggosok gigi sampai bersih bebas dari sisa-sisa makanan adalah fungsi dari sikat gigi. Manual maupun elektrik, jika sikat gigi dapat menjalankan tugasnya dalam membersihkan gigi tak ada masalah diantara keduanya.

Sikat Gigi Elektrik Maupun Manual Sama Saja

Sikat Gigi Elektrik Maupun Manual Sama Saja. Sumber: ek.ua

Kamu hanya perlu menggosok gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride. Kedua jenis sikat gigi tersebut sama-sama mampu membersihkan gigimu. Orang yang merasa kesulitan atau kurang nyaman menggunakan sikat gigi manual bisa memilih sikat gigi elektrik.

Tak Ada Urutan untuk Gosok Gigi dan Flossing

Sikat gigi sebelum flossing atau flossing sebelum sikat gigi, keduanya sama saja. Yang penting kamu rajin melakukan keduanya untuk menjaga kesehatan mulut dan gigimu.

Sikat Gigi Tak Selamanya Baik Disimpan dengan Helm

Fakta sikat gigi satu ini sepertinya tak banyak diketahui. Sikat gigi dianggap lebih higienis dan aman dari bakteri jika disimpan menggunakan helmnya. Padahal setelah dicuci, sikat gigi lebih baik dianginkan sampai kering. Karena menutup sikat dengan helm secara rutin membuat sikat gigi menjadi lembat sehingga membuatnya lebih rentan terhadap tumbuhnya bakteri.

Memasang Helm Sikat Gigi Terus Menerus dapat Membuat Sikat Gigi menjadi Lembab

Memasang Helm Sikat Gigi Terus Menerus dapat Membuat Sikat Gigi menjadi Lembab. Sumber: bukalapak.com

Namun, saat membiarkan sikat gigimu tanpa helm, jangan biarkan bagian bulunya menempel dengan sikat gigi lain karena dapat mentransferkan bakteri. Akan tetapi, kamu juga harus pandai-pandai dalam menyimpannya. Hal ini karena sikat gigi yang dibiarkan terbuka tanpa helm pada malam hari bisa diinjak bahkan dijilati oleh kecoa dan cicak.

 Umur Sikat Gigi hanya 3-4 Bulan

Pastikan sikat gigimu ganti paling lambat tiap 3-4 bulan. Sikat gigi yang bulunya sudah rusak tidak akan mampu membersihkan gigimu dengan maksimal. Tentunya kamu tak perlu menunggu 3 bulan lamanya jika sikat gigi yang kamu pakai memang sudah rusak.

Sharing is Caring, tapi Tidak Berlaku untuk Sikat Gigi

Jangan Menempelkan Kepala Sikat Gigi dengan Sikat Gigi Lain

Jangan Menempelkan Kepala Sikat Gigi dengan Sikat Gigi Lain, Apalagi Memakainya secara Bergilir. Sumber: goodhousekeeping.co.uk

Menggunakan sikat gigi secara bergilir berarti kuman dan bakteri dari mulut satu ke mulut yang lain akan mudah sekali untuk menular. Apalagi saat salah satu pengguna sikat gigi sedang sakit flu atau demam. Maka kamu pun akan turut sakit.

 

Leave a Reply