Wang Saen Suk: Taman Siksa Neraka di Thailand

Indonesia memiliki banyak taman wisata, tapi sepertinya tak ada satupun yang mirip dengan taman wisata neraka milik Thailand satu ini. Taman neraka tersebut bernama Wang Saen Suk, yang berlokasi 1 jam lamanya dari Pattaya, titik terkenal Thailand untuk turis.

Gambaran Neraka

Namun, taman neraka ini bukan taman bermain dengan hiasan yang biasa. Patung-patung di dalamnya bahkan sama sekali tidak dianjurkan untuk anak kecil. Patung-patung dalam Wang Saen Suk mengingatkan ilustrasi penyiksaan neraka yang brutal, seperti yang dulu kamu baca dalam ilustrasi komik Siksa Neraka saat masih duduk di sekolah dasar. Meskipun begitu, kesadisan yang digambarkan melalui patung-patung tersebutlah yang membuat taman neraka Thailand ini menjadi tempat wisata terkenal di negeri sana.

2 Patung Raksasa dengan Lidah yang Panjang Menjulur

2 Patung Raksasa dengan Lidah yang Panjang Menjulur. Foto oleh Darmon Ritcher/The Bohemian Blog

Neraka memang konsep yang ada pada semua agama yang diakui secara resmi di Indonesia. Ada yang mendeskripsikan bahwa neraka adalah akhirat yang akan khusus menampung mereka-mereka yang hidupnya tidak dijalankan sesuai perintah agama. Bagi Buddha sendiri, neraka seperti sebuah ruang tunggu sebelum roh dapat direinkarnasi dan dilahirkan kembali.

Mulut yang Berubah menjadi Mata

Mulut yang Berubah menjadi Mata. Foto oleh Darmon Ritcher/The Bohemian Blog

Meskipun begitu, “ruang tunggu reinkarnasi” ini juga mempunyai berbagai siksaan untuk menghukum mereka-mereka yang melanggar peraturan agama. Lama menunggu roh untuk dapat direinkarnasi pun membutuhkan waktu yang sangat lama, hingga berjuta-juta tahun. Terdapat beberapa level neraka, setengahnya dingin, setengahnya lagi panas. Level-level tersebut juga bervariasi, ada yang gelap, beku, hingga level neraka terdalam yakni, Avici. Dalam level terdalam ini, manusia akan dipanggang dalam oven panas selama bertahun-tahun lamanya.

Mirip dengan Ilustrasi “Siksa Neraka”

Taman Neraka Wang Saen Suk Satu berlokasi setengah jam dari Bangkok, lokasi yang cocok untuk kamu yang ingin melihat spot wisata yang tidak biasa. Kamu akan disambut dengan tulisan “Welcome to Hell”. Taman wisata neraka ini pun terletak di taman terbuka, layaknya taman kota di kota-kota Indonesia. Cukup mengherankan bagaimana taman yang dipenuhi patung-patung sadis bisa ada di tempat terbuka seperti ini. Jika ada di Indonesia, pasti akan menuai banyak konstroversi, sehingga patung-patung akan dihancurkan.

Perut Manusia Dipotong

Perut Manusia Dipotong. Foto oleh Darmon Ritcher/The Bohemian Blog

Seperti yang bisa kamu lihat sendiri dari foto-foto yang Daily Wuz cantumkan, taman neraka ini lebih pantas jika diberi rating R, layaknya film yang tidak boleh dilihat anak oleh remaja dibawah umur. Patung-patungnya menggambarkan bagaimana manusia disiksa di neraka. Hal tersebut sepertinya tidak pantas dipertunjukkan kepada anak kecil sekarang. Meskipun anak generasi 90an pasti sudah familiar karena buku ilustrasi komik Siksa Neraka.

Patung-patungnya pun ada dalam berbagai “pose”. Ada yang digantung dengan tali dimulutnya, tangannya dipotong, usus dan lidahnya ditarik, dimakan oleh siluman, dipaksa memanjat pohon berduri, hingga usus yang ditarik sendiri untuk makan burung gagak.

Tam Dee Die Dee Tam Chua Die Chua

Sesaat kamu telah melewati tanda “Welcome to Hell”, kamu akan menemui tulisan lain yang bunyinya dapat diartikan “Ketika kamu bertemu dengan setan dalam kehidupan ini, jangan tunda untuk berbuat baik karena hal tersebut dapat menolongmu untuk mengalahkannya di kehidupan selanjutnya.”

Manusia Direbus dalam Kuali Besar

Manusia Direbus dalam Kuali Besar. Foto oleh Darmon Ritcher/The Bohemian Blog

Dibuat pada tahun 1986, Wang Saen Suk tidak hanya sekedar panorama patung penuh darah, namun juga mengingatkan semua akan tindakan kita di kehidupan yang singkat ini. Hal ini juga dimiliki oleh masyarakat Thailand, dengan adanya ucapan “tam dee, die dee. Tam chua, die chua” yang memiliki artian “berbuat baik akan dapat baik, berbuat buruk, akan dapat buruk”.

Leave a Reply