Fire Ramen Bukan Berarti Ramen Pedas, tapi Ramen dengan Api Sungguhan!

Api sepertinya menjadi elemen penambah “wow” untuk berbagai hal. Api telah digunakan untuk berbagai kepentingan mulai dari memasak hingga potong rambut. Penggunaan api untuk memasak memang sudah sangat biasa. Api digunakan untuk “mematangkan” bahan masakan. Namun, jika api digunakan dalam hidanganmu saat siap disantap, apa tidak berbahaya? Nyatanya tidak. Hal ini dibuktikan oleh sebuah restoran ramen lokal di Jepang. Bernama Fire Ramen, restoran kecil ini akan menghidangkan semangkuk ramen dan menuangkan api langsung dihadapanmu!

Api dalam Mangkuk Ramen

Restoran ramen ini bernama Menbakaichidai yang telah beroperasi selama 30 tahun di Kyoto, Jepang. Menu andalannya adalah Fire Ramen. Saat kata-kata api digunakan untuk menamai menu makanan di Indonesia untuk mengindikasikan level pedas yang tinggi, kata fire dalam Fire Ramen memiliki artian adanya api yang nyata dalam porsi ramen.

#FireRamen

A post shared by Heather Sievers (@diningindisney) on

Sebelum api dituangkan dalam porsi ramenmu, terdapat beberapa peraturan yang harus dipatuhi. After all, panas api bisa berakibat fatal jika tidak digunakan dengan hati-hati. Kamu akan pesan satu mangkok porsi untuk satu orang, karena pihak restoran tidak memperbolehkan pelanggannya untuk berbagi satu porsi untuk 2 orang. Anak-anak yang tingginya dibawah 110 cm tidak boleh memesan Fire Ramen, namun mereka bisa bersembunyi dibalik orang dewasa saat minyak dituangkan.

Tangan Pelanggan Tak Boleh Diletakkan di Meja saat Minyak Dituang

Tangan Pelanggan Tak Boleh di Meja saat Minyak Dituang. Sumber: placestovisitasia.com

Untuk keamanan, kamu juga tak boleh memotret ketika minyak dituangkan dalam porsi ramenmu. Tapi tenang! Restoran ini millenial-friendly kok! Dimana semua pengalaman traveling harus diabadikan dengan foto dan video, tentunya Menbakaichidai menjadi terkenal dikalangan turis dunia tidak akan sepenuhnya melarang pengambilan gambar. Kamu bisa memasang gadgetmu untuk merekam video di selfie-stick yang disediakan. Selfie-stick alias tongsis ini dipasang oleh pihak restoran tepat di depan meja makan. Kamu pun bisa mengabadikan raut kaget wajahmu tanpa harus takut kena percik minyak dan api. Pemilik restoran bahkan juga menawarkan untuk mengambil foto close-upmu saat melahap ramen.

Harganya yang Lebih Mahal dari Ramen Pada Umumnya

Satu porsi Fire Ramen memang lebih mahal dibandingkan dengan ramen di Jepang pada umumnya. Kamu harus membayar seharga 1,250 yen atau sekitar Rp150.000 untuk satu porsi. Untuk porsi lengkapnya dibandrol dengan harga 2,150 yen atau Rp258.000. Porsi lengkap atau Fire Ramen Set ini termasuk ramen, ayam goreng, nasi goreng, dan souvenir berupa pin dan stiker gyoza. Harga ramen pada umumnya hanya sekitar 500 yen. Namun, tentunya tidak termasuk pengalaman unik yang bisa kamu rasakan saat minyak dituangkan dihadapanmu! Selain itu, harga yang dibandrol juga termasuk celemek kertas dan ikat rambut. Celemek agar bajumu tak terkena cipratan minyak dan ikat rambut bagi kamu yang berambut panjang agar tak terbakar oleh api.

Fire ramen! 🔥🍜

A post shared by Ning-Jia Ong (@ninja_soothsayer) on

Menbakaichidai lebih dikenal dalam kalangan turis dibandingkan dengan penduduk lokal. Oleh karena itu, jika kamu menginginkan pengalaman dimana makan di tempat yang memang digemari oleh penduduk lokal, Menbakaichidai bukanlah tempatnya. Tapi, saat kamu ingin merasakan naiknya adrenalin sebelum makan ramen, mungkin harga yang dibandrol akan pantas untuk kamu bayar.

Turis dari berbagai negara sendiri mengaku ragu karena restoran ramen ini terdengar seperti tourist trap, tempat dimana harga yang dibandrol untuk turis jauh lebih mahal dengan tawaran makanan yang sama sekali tak berkualitas. Namun ternyata setelah berkunjung, banyak yang mengaku bahwa tempat yang patut direkomendasikan. Rasa ramen diakui berbeda karena bawang dan daging babi sedikit terbakar oleh api.

Soal daging babi nih, tentunya Fire Ramen tidak moslem-friendly. Tapi ternyata, pihak restoran juga menyediakan menu tersendiri untuk pelanggan mulimnya lho! Babi akan tidak akan digunakan dan digantikan dengan ayam. Terdapat pula menu khusus vegetarian dimana porsi ramen tidak akan menggunakan daging hewan.

Tertarik untuk mencicipi ketika berkunjung ke Kyoto?

 

Leave a Reply