3 Aplikasi Wisata Genggaman Wajib Milenial Saat Traveling

Tidak seperti generasi-generasi sebelumnya, generasi milenial lebih gemar traveling. Bahkan dalam kurun waktu satu tahun, tak jarang mereka mempunyai beberapa target lokasi yang harus dikunjungi dan dimasukkan dalam anggaran finansial mereka. Selain gemar traveling, milenial juga cenderung spontan dalam melakukannya.

Kegemaran milenial terhadap traveling pun bukannya tanpa sebab. Prinsip hidup YOLO atau you only live once banyak dianut. Selain itu, kebebasan berbagi cerita hidup dalam media sosial pun turut mempengaruhi. Melihat teman, kerabat, dan orang lain yang membagikan pengalaman travelingnya di berbagai destinasi wisata membuat milenial tergoda untuk merasakannya sendiri.

A post shared by SurDini (@surdini) on

Berbagai aplikasi wisata pun juga hadir untuk memudahkan akomodasi milenial saat traveling. Meskipun banyak aplikasi yang membantu dalam traveling, hanya terdapat 3 jenis aplikasi yang dianggap paling penting oleh milenial. Berdasarkan hasil riset agen travel Indonesia Dwidayatour, berikut 3 aplikasi wisata milenial.

Media Sosial

Sharing aktivitas saat traveling secara real-time merupakan salah satu motivasi terbesar milenial pergi traveling. Dari banyaknya media sosial yang ada, yang wajib dimiliki untuk membagikan dokumentasi kegiatannya adalah Instagram.

Instagram

Instagram

Tak heran, karena Instagram merupakan platform media sosial untuk berbagi foto dan video. Ditambah lagi dengan fitur jiplakan Snapchatnya, InstaStory. Melalui InstaStory, milenial dapat mengambil gambar dan video serta membagikannya secara real-time. Hilang jika melewati waktu 24 jam, InstaStory juga dirasa milenial lebih nyaman sebagai media untuk membagikan bagian hidupnya yang dirasa begitu private dan personal.

Penunjuk Arah

Google Maps

Google Maps

Karena milenial yang cenderung spontan, maka aplikasi penunjuk arah menjadi aplikasi yang wajib terpasang dalam smartphone mereka. Destinasi-destinasi yang ingin mereka kunjungi saat traveling belum direncanakan sebelumnya. Mereka cenderung spontan dalam menentukan kemana akan pergi. Oleh karena itu, aplikasi penunjuk arah seperti Google Maps menjadi referensi mereka dalam membuat keputusan spontan tersebut. Dengan begitu, milenial pun bisa menghemat biaya traveling tanpa harus menggunakan jasa pemandu wisata.

Melalui Google Maps, milenial dapat melihat tingkat kemacetan jalan, jauh tidaknya destinasi dari lokasi mereka, hingga mencari tempat-tempat wisata terdekat. Selain Google Maps, terdapat pula Waze, aplikasi yang membantu pengguna untuk menemukan rute tercepat dengan menghindari jalanan macet.

Transportasi Online

Spontanitas juga berpengaruh terhadap moda transportasi yang mereka gunakan. Jika generasi sebelumnya lebih menyukai traveling terencana dengan membeli tiket wisata dan menyewa mobil jauh-jauh hari, berbeda dengan milenial. Mereka spontan menentukan destinasi wisata mana yang akan mereka kunjungi on the spot.

Tanpa tiket yang belum dibeli dan mobil yang belum disewa, mereka bebas mempertimbangkan tempat mana yang akan mereka kunjungi selanjutnya. Pertimbangan tersebut pun juga bergantung dengan situasi kondisi lokasi saat itu juga. Dengan begitu, mereka bisa menentukan lokasi mana yang dapat memberikan pengalaman traveling paling maksimal.

GO-JEK dan Grab

GO-JEK dan Grab

Dengan bantuan aplikasi transportasi online, milenial juga bisa fokus mencari tempat yang akan dikunjungi tanpa harus khawatir akan moda transportasi. Dengan begitu, mereka bisa loncat dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat. Memanfaatkan waktu traveling untuk mendapatkan pengalaman liburan paling maksimal.

Meskipun terdapat beberapa layanan transportasi online, perusahaan paling besar dengan armada terbanyak lah yang menjadi andalan. Jika dulunya terpasang 3 Uber, GO-JEK, dan Grab, sekarang hanya tinggal 2 pilihan saja untuk berwisata di Indonesia sejak Uber telah diakuisi oleh Grab.

Perkembangan teknologi yang dikemas dalam aplikasi tentunya sangat memudahkan generasi sekarang dalam traveling. Apakah 3 jenis aplikasi wisata milenial diatas juga masuk dalam daftar wajib teman travelingmu?

Leave a Reply