Teori Konspirasi: Avril Lavigne Bunuh Diri dan Digantikan oleh Doppelganger

Menjadi publik figur tidaklah mudah. Terus menerus dilanda gosip, tiap langkah dan ucap yang selalu dijadikan bahan gosip, dan bahkan menjadi subjek teori kematian yang tak masuk akal. Hal tersebut terjadi pada penyanyi asal Kanada yang sangat terkenal diantara generasi 90an, Avril Lavigne. Sebuah teori konspirasi mengenai kematiannya beredar luas di internet. Teori tersebut menyebutkan bahwa sosok Avril Lavigne yang asli telah meninggal dan sosoknya sekarang digantikan oleh seorang aktris bernama Mellisa Vandella.

Dimulai dari Fanpage Brazil

Teori konspirasi kematian Avril kembali mencuat dipertengahan tahun 2017 lalu. Akan tetapi, teori tersebut telah lama ada sejak tahun 2005 yang disebarluaskan oleh fanpage Brazil. Teori tersebut menyebutkan bahwa Avril bunuh diri setelah kematian kakeknya. Karena sedang berada di puncak karir, pihak perusahaan pun berusaha menutupi kematiannya dengan menggunakan doppelganger yang bernama Melissa Vandella.

Tulisan Nama Mellisa di Tangan Avril

Tulisan Nama Mellisa di Tangan Avril. Sumber: vice.com

Bukti yang dikumpulkan untuk mendukung teori ini pun tak tanggung-tanggung. Mulai dari gaya berpakaian, gaya lagu, hingga detil fisik Avril.

Gaya berpakaian Avril pun berubah. Yang dulunya mengusung gaya fashion skater girl, sekarang Avril tampak lebih glamour. Semuanya dapat dilihat dari rambut, pakaian, hingga makeup.

Perbedaan Fisik pada Wajah Avril Lavigne

Perbedaan Fisik Avril Lavigne

Perbedaan Fisik Avril Lavigne. Sumber: vice.com

Bisa kamu ketahui sendiri terdapat perbedaan yang cukup signifikan diantara lagu lama dan baru Avril. Jika dulunya lagu-lagu seperti Complicated dan SK8R Boi mempunyai vibe yang lebih emo, lagu seperti Girlfriend dan Hello Kitty jauh terdengar lebih ceria dan up-beat.

Detil fisik Avril “lama” dengan Avril “baru” pun diyakini berbeda. Dapat dilihat melalui gambar berikut terlihat perbedaan noda kulit di lengan dan dahi. Bentuk mata dan mulut pun juga terlihat berbeda.

Avril Lavigne Dulu dan Sekarang

Avril Lavigne Dulu dan Sekarang. Sumber: wrongmog.com

Namanya juga teori konspirasi sih. Terdengar meyakinkan tapi jika ditelusuri lagi terlihat tidak masuk akal. Beda gaya fashion? Well, Avril bukan lagi remaja 15 tahun yang pada masanya memang image skater girl menjadi idola. Ia tumbuh bersama musiknya, mencoba-coba genre baru seperti lagu-lagu di albumnya The Best Damn Thing. Meskipun perubahan tersebut menghilangkan rasa nostalgia yang dirasakan oleh banyak fansnya, Avril memutuskan untuk “tumbuh” dari image lamanya. Berdandan ala punk dengan melodi lagi yang melow tentang asmara remaja.

Tak Hanya Avril Saja

Teori konspirasi semacam ini pun tak hanya melanda Avril saja. Banyak penyanyi, aktor, dan publik figur yang juga menjadi subjek teori konspirasi yang dipupuk oleh warganet dan fans. Contohnya saja Taylor Swift, yang dibilang adalah klon dari pemuja setan Zeena LaVey, anak perempuan dari Anton LaVey yang merupakan pendiri gereja setan. Teori klon Taylor sepertinya hanya disebabkan karena kemiripan fisik dari wajah. Berbeda dengan teori kematian Avril yang didukung oleh banyak aspek seperti perubahan gaya berbusana dan gaya musik.

Taylor Swift dan Zeena LaVey

Taylor Swift dan Zeena LaVey. Sumber: herasblog.com

Contoh teori konspirasi lain yang juga populer adalah teori keabadian Keanu Reeves. Tampak muda meskipun sudah masuk kepala lima, Keanu Reeves dianggap immortal. Tak seperti teori kematian Avril, teori immortal Keanu hanya dianggap sebagai guyonan. Sang aktor juga menanggapi teori ini dengan santai.

Meskipun sampai sekarang banyak yang mempercayai kebenaran teori kematian Avril, orang yang bertanggung jawab dibalik fanpage Brazil yang menyebarkan teori tersebut telah berulang kali menyatakan bahwa hal tersebut tentu saja tidak benar. Teori tersebut hanya dibuat sedemikian rupa sebagai bentuk esksperimen untuk mengetahui secepat apa warganet mempercayai informasi yang tersebar di internet.

Leave a Reply