Tak Hanya dalam Film, 3 Hal di Black Panther Ini Ternyata Budaya Afrika Asli

Film karya Marvel Studios yakni film-film superhero dari Marvel Cinematic Universe (MCU) memang popularitasnya sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Tiap tahunnya sejak film layar lebar Iron Man tayang pada tahun 2008, Marvel terus mengeluarkan sekuel dengan fokus superhero berbeda-beda. Sekuel superhero yang terakhir ditayangkan minggu kemarin pada tanggal 14 Februari adalah Black Panther. Tidak seperti film superhero Hollywood pada umumnya, para aktor di Black Panther mayoritas adalah orang kulit hitam. Tak hanya itu, filmnya juga mempunyai sorotan terhadap budaya Afrika, yang sangat jarang sekali diangkat dan diadaptasi dalam layar lebar populer Hollywood. Oleh karena itulah Black Panther mendapatkan pujian dari berbagai pihak. Penasaran budaya Afrika apa saja yang muncul di film Black Panther? Yuk langsung simak!

Scarification

Luka Killmonger

Luka Killmonger. Sumber: twitter.com

Kamu yang sudah nonton filmnya tau dong Erik Killmonger, tokoh villain yang ingin menguasai Wakanda dan merebut tahta raja dari T’Challa (yang belum nonton maaf ya spoiler). Killmonger menghitung jumlah orang yang ia bunuh dengan melukai sekujur tubuhnya. Nah, praktik melukai tubuh ini sebenarnya termasuk salah satu budaya Afrika yang dikenal dengan sebutan scarification atau dekorasi kulit dengan luka.

Salah Satu Bentuk Luka Scarification

Salah Satu Bentuk Luka Scarification. Sumber: afrolegends.com

Tentunya dalam kenyataan luka tak dibuat untuk menghitung jumlah orang yang dibunuh seperti yang dilakukan oleh Killmonger. Setidaknya tidak hanya itu. Scarification sendiri memiliki artian yang berbeda-beda ditiap-tiap daerah Afrika. Beberapa diantaranya adalah untuk mempercantik diri, simbol kekuatan dan keberanian, kesuburan wanita, simbol kebanggaan keluarga, hingga perlindungan dari kematian. Pria Suku Karo di Ethiopia melukai dadanya sebagai tanda bahwa mereka telah membunuh musuh yang berasal dari suku lain.

Desain luka yang diukir pada kulit beragam, tergantung pada keahlian si pengukir luka dan juga seberapa kuat orang yang kulitnya diukir untuk menahan sakit.

Lip Plate

Tetua Wakanda

Tetua Wakanda. Sumber: reddit.com

Salah satu tetua dalam dewan Wakanda terlihat menggunakan ‘piring kecil’ di bibir bawahnya. Piring kecil tersebut dikenal sebagai lip plate, salah satu bentuk dekorasi tubuh yang dipraktekkan di Afrika.

Lip Plate

Lip Plate. Sumber: allthatsinteresting.com

Dalam film, lip plate terlihat digunakan oleh pria. Kenyataannya, lip plate sebenarnya mayoritas digunakan oleh wanita, terutama saat mereka masih berusia remaja. Dianggap sebagai bentuk kebanggaan dan identitas diri, lip plate bukan merupakan keharusan, tapi pilihan bagi mereka yang ingin melakukannya.

Dahomey Amazons

Dora Milaje, Bodyguard Raja Wakanda

Dora Milaje, Bodyguard Raja Wakanda. Sumber: channel24.co.za

Black Panther sebagai raja Wakanda mempunyai bodyguard pribadi. Tak hanya satu, bodyguard raja Wakanda ada beberapa sehingga membentuk pasukan tersendiri. Pasukan bodyguard ini disebut sebagai Dora Milaje, terdiri dari beberapa wanita terkuat wanita Wakanda. Dora Milaje ternyata merupakan bentuk adaptasi dari pasukan wanita untuk melindungi raja Kerajaan Dahomey pada abad 19an. Nama pasukan wanita tersebut adalah Dahomey Amazons.

Pasukan Wanita Raja Miho, yang lebih dikenal dengan Nama Dahomey Amazons

Pasukan Wanita Raja Miho, yang lebih dikenal dengan Nama Dahomey Amazons. Sumber: wikipedia.com

Kerajaan Dahomey sendiri sekarang masih ada, berubah menjadi salah satu negara di Afrika yakni Republik Benin. Wanita dalam pasukan Dahomey Amazons dilatih keras, diberi seragam, dan dipersenjatai dengan senapan Denmark. Pada jamannya, pasukan wanita ini termasuk pasukan yang paling ditakuti. Nama Dahomey Amazons diberikan oleh pemerhati sejarah Eropa. Pasukan pelindung raja ini menyebut mereka sendiri dengan sebutan Mino, yang mempunyai artian ibu kita, atau Ahosi dengan artian istri-istri raja.

Leave a Reply